Posted by: subhiceria on: Januari 28, 2009
SANTRI MADINATUNNAJAH TAKLUKAN GUNUNG CIREMAI KUNINGAN JAWA BARAT
Oleh: Subchi Ja’far, S.Pd.I

Tepat hari ahad tanggal 28 Desember 2008, adalah hari pertama libur semester ganjil di Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang banten. Setelah menempuh kurang lebih dua minggu, para santri mencurahkan kekuatan pikirannya dalam menjawab soal-soal ujian semester ganjil 2008. Sudah menjadi tradisi Pondok Pesantren Madinatunnajah dalam mengisi liburan semester ganjil, khususnya untuk kelas lima TMI (Tarbiyatul Al-Mu’allimin Wa Al-Mu’allimat Al-Islamiyyah) Madinatunnajah, atau setara dengan kelas dua Aliyyah mengadakan acara Mountain Climbing ke Gunung Ciremai Jawa Barat. Hal ini, sudah kedelapan kalinya santri Madinatunnajah mengadakan pendakian ke Gunung Ciremai.
Tujuan diadakan acara ini adalah, mencetak mental climber santri yang kokoh, menyaksikan dan mensyukuri penciptaan Allah SWT, mencintai alam, serta menjadi santri yang tanggap terhadap apa yang terjadi disekitarnya.
Setelah Sholat dhuhur tepatnya pukul 14.00 WIB, Team Mountain Climbing Madinatunnajah yang berjumlah kurang lebih 40 orang, yang terdiri dari; 5 orang pembimbing, dan 35 santri kelas lima TMI Madinatunnajah Jombang Ciputat. Melaju dengan menggunakan mobil luragung berukuran ¾ jurusan lebak bulus-kuningan. Selama kurang lebih 10 jam perjalanan, team Climbing Madinatunnajah Jombang tiba di Pondok Pesantren Madinatunnajah Kuningan Jawa Barat, tepat pukul 23.00 WIB.
Pagi hari yang cerah, udara yang dingin, ditemani kabut yang turun dari gunung ciremai, membuat team Climbing Madinatunnajah Jombang tak sabar lagi melakukan ekspedisinya ke Gunung Ciremai. Untuk menjawab rasa penasaran yang amat sangat, kami mencoba tuk berkonfirmasi dengan pihak RAC (Ramba Alam Ciremai) dan PPKA (Penjelajah dan Pecinta Kelestarian Alam). Setelah kurang lebih dua jam, kami berbincang-bincang dengan RAC dan PPKA membuahkan sebuah keputusan bahwa, mereka siap mengantar kita setelah awal tahun baru 2009 tepatnya tanggal satu januari 2009. Rencana awal kami dijadwalkan tanggal satu januari 2009 sudah berada di puncak gunung ciremai, ternyata tertunda. Kemunduran jadwal naik gunung ciremai tidak mempengaruhi dan tidak menghalangi rasa penasaran, apalagi meredupkan semangat, dan mematahkan tekad tuk menaklukan Gunung Ciremai.
Tepat tanggal satu januari 2009, pukul 07.00 WIB, dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim kaki kami melangkah, sebagai tanda memohon diberikan kekuatan penuh dari Allah SWT dengan amat sangat. Sebelumnya, team climbing Madinatunnajah terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok putri yang lebih dahulu berangkat, kemudian disambung kelompok putra, yang masing-masing kelompok dikawal oleh team RAC dan PPKA kuningan Jawa Barat.
Perlu diketahui, bahwa Gunung Ciremai memiliki beberapa jalur pendakian, diantaranya adalah jalur pendakian Setianegara Cilimus Kuningan Jawa Barat. Jalur ini memiliki 15 pos atau selter, diantaranya:
Tugu Beusi RAC- PPKA, adalah pos pertama dari jalur Setianegara Cilimus Kuningan. Disini, kami semuanya mempersiapkan persediaan air yang mengalir dari mata air gunung ciremai, dengan persediaan air yang sangat cukup. Jurang berbatu, jalan yang terjal, rumput yang menjulang tinggi, rumput berduri, pohon-pohon yang besar, ditemani dengan udara dingin yang mampu merasuk dalam pori-pori kulit, menembus tulang belulang yang dibalut daging, tak mampu menghalangi kami dan memberhentikan niat kami tuk menaklukan gunung ciremai. Tak terasa, lima selter sudah dilewati, team mountain climbing Madinatunnajah tak mampu menahan perut yang lapar, kaki yang lumayan pegel-pegel, akhirnya memberhentikan langkah kaki tuk beristirahat di Selter Leuweung Buah RAC-PPKA. Satu jam sudah, kami hanyut dalam guyon, canda, tawa, rasa pegel-pegel dikaki akhirnya hilang. “Saudara-saudaraku, perkenalkan nama saya adalah abah Udin”, secara tiba-tiba terdengar sumber suara yang persis didapati dari sampingku. “Aku hanya sekedar berpesan, kita semua berada di gunung, maka gunakanlah bahasa gunung”, Ungkapnya. Kemudian beliau melanjutkan pesannya, “ kalu kita minta air maka bahasanya adalah “ aku menta kehirupan”, kalau minta makan, “aku menta kejayaan”, kalau pinjem golok, “aku pinjem kepedasan”, terimakasih”. Beliau menutup pembicaraannya.
Masih ada sepuluh selter atau pos lagi yang harus dilaluinya, berkat pesan abah Udin, semangat kita bagai api yang sedang redup, kemudian ia tambah lagi bahan bakarnya, apipun bertambah besar. Langkah kaki semakin kuat, aral pun tak menjadi halangan, jalan berbatu kami anggap jalan beraspal, jurang kami anggap sumur, rumput berduri kami anggap lapangan bola kaki, hujan gerimis kami anggap Rahmat Yang Maha Kuasa. Pos demi pos sudah dilaluinya, tak terasa haripun sudah sore, jam menunjukan pukul 17.00 WIB. Tak mau dikejar malam, team mountain climbing Madinatunnajah akhirnya mendirikan tenda, tak sadar ternyata kami semua sudah berada di selter Sangga Buana RAC-PPKA. Bertanda bahwa perjalanan kita sudah berada di tangga yang kedua belas. Api semangat semakin berkobar-kobar, keyakinan tuk menggapai puncakpun semakin bertambah, tuk sementara kami ikat dalam kesabaran. Hari sudahlah gelap, tak terasa, rasa dingin yang mendera di sekujur badan tak lagi terelakkan, api unggun pun dinyalakan, sambil membuat teh dan kopi tuk sekedar menghangatkan badan. Rasa kantuk yang amat sangat, yang membuat kami terlelap dalam tidur, lumayan untuk melanjutkan perjalanan besok.
Tak ada suara adzan subuh, tak terdengar anak-anak mengaji dimasjid, kami terbangun dan tersadar bahwa kami berada di hutan. Tak ada air wudlu, debu pohon pun jadi untuk bertayammum. Matahari mulai menampakkan keindahannya, sembari memberikan kehangatan dengan sinarnya, yang bertanda hari sudah pagi.
Sambil menunggu RAC dan PPKA membuat jalan, kami berkemas membereskan barang-barang yang perlu dibawa, sebagiannya ditinggal ditempat camping, dengan tujuan agar beban tak terasa berat. Selama lima jam kami berjalan, aral dan rintangan semakin berat dan menantang, hujan rintik-rintik datang silih berganti menghalangi perjalanan kami, akhirnya kami sampai di selter Saroja RAC-PPKA. “ Teman-teman lihatlah!, puncak sudah dihadapan mata”, sahut salah seorang santri sambil menunjukan puncak ciremai. “Allahu Akbar! Allahu Akbar”!, teriak semua santri kegirangan. Rasanya, sudah tak sabar lagi mencium tanah puncak gunung Ciremai sembari bersujud sukur sebagai tanda rasa syukur kita kepada Allah.
Perjalanan pun dilanjutkan, memakan waktu sekitar dua jam. Pohon sudah mulai jarang, bertanda puncak sudah dekat. “puncak, puncak, puncak”, semuanya bergumam dalam hati. “Allahu Akbar Allahu Akbar!, Allahu Akbar Allahu Akbar!” tiba-tiba terdengar suara adzan entah dari mana datangnya, kami mencoba mencari darimana sumber suara itu berasal. Langkah kaki semakin cepat, tatapan mata keatas, terlihat dari kejauhan puncak sudah terlihat, dan kami yakin bahwa sumber suara tadi berasal puncak. Semuanya bersorak, “ayah Agus…..kami sampai dipuncak……ayah Agus……..kami sampai dipuncak”, satu persatu semuanya sujud syukur, mencium tanah puncak ciremai yang sudah dijanjikan. Panglongokan/Puncak RAC-PPKA adalah selter terakhir dari sekian selter. Selama dua jam kami berada diatas puncak, kabut tebal mulai turun menutupi puncak ciremai, dibarengi dengan hujan yang tiba-tiba saja turun dengan cepatnya.
Waktunya turun gunung, semuanya meluncur dengan cepat bagai roket Palestina yang meluncur ke Israel. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai tujuan di Pesantren Madinatunnajah Kuningan Jawa Barat tepat azdan subuh. Jam 09.00 WIB hari sabtu, kami langsung pamit pulang ke Jakarta, tempatnya di Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang Banten. Ma’annajah Wa ila Alliqo kawan!
Posted by: subhiceria on: September 29, 2008
Ketika suara takbir menggema……Allahu Akbar……..Allahu Akbar……..Allahu Akbar…………..
mataku……….mataku……….sembari meneteskan air mata………
air mata cinta…..Cinta akan Tuhan-Nya, Cinta akan Keluarga,….dan menangis karena dosa………………….
Tuhanku………..jadikan air mata ini menjadi air mata orang- orang Sholeh……..
Minal Aidzin walFa Idzin Mohon Ma’af lahirdan batin
Met IdulFitri 1429 H.
Posted by: subhiceria on: September 29, 2008
Waduh………………..dah S.Pd.I nich………………lhokoyang disamping santai banget yeh………….
Posted by: subhiceria on: Juni 1, 2008
Ada sebuah cerita yang sangat menarik, yang perlu kita perhatikan bersama. Di hutan belantara, ada seekor ayam yang sedang bertelur. Dalam perrjalanan hidupnya, seekor ayam hari-harinya sibuk dengn telor yang sedang dieraminya. Tanpa disengaja, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas bukit, yang kemudian menggelinding dan jatuh ditempat ayam yang sedang mengerami telor.
Seekor ayam yang tak tahu perbedaan telor, ia anggap telor tadi adalah telor yang ia keluarkan dari pantatnya sendiri. Hari demi hari, tibalah saatnya telor-telor ayam itu menetas, lama kemudian jadilah seekor itik anak ayam.
kemanapun induk anak ayam pergi pastilah itu ada anak ayam. Dalam pencarian makanan demi anak-anaknya, tiba-tiba salah satu diantara kerumunan anak ayam terbang keangkasa dengan gagahnya. Induk ayam mengejarnya kemanapun ia pergi, setelah disadari bahwa yang terbang adalah bukan anaknya sendiri, melainkan ia adalah seekor anak rajawali yang sudah saatnya bebas terbang tinggi dengan dengan gagahnya, menikmati indahnya udara segar di angkasa.
Induk ayampun pasrah dan mengerti bahwa dia bukan anaknya sendiri. Rajawali tetaplah rajawali, tak mungkin ia berubah jadi anak ayam. Sampai hari kiamat sekalipun rajawali tetaplah rajawali.
Jadilah diri anda sendiri, anda bukan siapa-siapa, anda bukan orang lain, Tapi anda adalah anda.
Posted by: subhiceria on: Juni 1, 2008
Mata kita mungkin setiap hari melihat bunga teratai yang mengapung diatas air yang kotor. Ataukah mata kita acuh dan masa bodoh atas apa yang telah terjadi disekeliling kita. Coba lihatlah, dan perhatikan apa yang terjadi di sekeliling bunga teratai……….! Ia masih berdiri tegar dan mencoba menunjukan dirinya dengan indah dan cantiknya. Coba bandingkan dengan bunga eceng gondok, ia hidup berada diatas air yang kotor tetapi apa yang terjadi……eceng gondok mati tak berdaya, ia tak bisa menyerap dan menyaring air kotor untuk membantu proses metabolisme eceng gondok.
Dimanapun bunga teratai, dan di air apapun bunga teratai hidup, pasti ia akan tetap anggun, cantik rupawan, molek dan indah dipandang mata, ia masih TEGAR berdiri diatas air yang kotor sekalipun. Bunga teratai mampu memiliki prinsip hidup, mampu menghadapi tantangan atas apa yang ada disekitarnya. Air boleh tercemar polusi, tapi teratai mampu mengatasinya.
Seharusnya, kita punya prinsip seperti bunga teratai. Kita mampu berdiri dengan tegar, menunjukan jati diri kita walau kita hidup berada dalam lingkungan yang kotor (penuh dengan virus masyarakat) sekalipun.
Jadikan diri anda sendiri, jangan pernah engkau terpengaruh oleh lingkungan yang membawamu hancur, layu, gersang. tunjukan penampilan anda dengan menawan, penuh senyum, anggun dan menyenangkan.
Tetaplah TEGAR wahai kawanku……………..
Posted by: subhiceria on: Juni 1, 2008
MADINATUNNAJAH berdiri di atas dan untuk semua GOLONGAN
Jangan biarkan KEINGINAN merusak KEWAJIBAN
BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI, TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA!
HIDUP sekali HIDUPLAH yang berarti
JIHADKU adalah SENYUM Ibuku
SEDERHANA bukan berarti MISKIN
Jangan melihat BENDA dari UJUNGNYA saja
ANAK AYAM mati di LUMBUNG PADI
Posted by: subhiceria on: Mei 31, 2008
Pada suatu hari Kholid bin Walid menyuguhkan makanan kepada kholifah Umar bin Khottob. “Makanan ini untukku”? tanya Umar. “Mana makanan untuk orang-orang miskin dan kaum muhajirin yang acap kali mati kelaparan,” tanya Umar lagi.
“Mereka mendapat surga tuan,” jawab Kholid.
“Kalau mereka mendapat surga, sedangkan kita hanya mendapat makanan ini, mereka sungguh lebih beruntung daripada kita.” tegas Umar.
Kisah ini menunjukan kepada kita bahwa hidup ini sesungguhnya bukan hanya soal perut. Seorang muslim, seperti di contohkan Umar, tidak boleh terpedaya oleh kenikmatan sesaat yang bersifat duniawi, tetapi ia harus selalu ingat akan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu kebahagian abadi di akhirat kelak.
Untuk mencapai tujuan ini, seorang muslim, seperti yang ditunjukan Umar tadi, harus mampu menjaga dan mengendalikan perutnya. Mengapa perut? Jawabnya, karena secara rohani perut merupakan salah satu organ tubuh yang paling sulit dikendalikan. Ia paling banyak menuntut, memakan biaya besar, dan sangat berbahaya karena ia merupakan sumber lahirnya keinginan-keinginan untuk syahwat.
Dalam kitab minhaj al-’abidin, imam Ghazali mengingatkan agar seorang muslim mampu menjaga perutnya, terutama dari hal ini. Pertama, dari semua perkara yang haram dan syubhat. Kedua, dari berfoya-foya atau berpuas-puas diri meskipun dari perkara yang halal.
Larangan pertama harus dijajuhi, karena dalam Islam pemakan barang haram diancam dua keburukan besar. Pertama, siksa api neraka. Firman Allah: “sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dholim, sebenarnya mereka itu memakan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk kedlam api yang menyala-nyala yaitu api neraka.” (An-Nisa: 10).
Kedua, ibadah dan kebaikannya tertolak(mathrud). Hal ini, karena Allah SWT adalah Tuhan Yang Mahasuci. Ia tidak akan menerima kecuali hamba-Nya yang suci. Itu sebabnya, kata Ghozali, orang yang junub tak boleh masuk mesjid(An-Nisa:43) dan orang yang hadats tak boleh menyentuh Al-Qur’an (Al-Waqi’ah: 89).
Larangan kedua, berfoya-foya atau berpuas-puas diri harus pula dijauhi karena hal ini mengandung keburukan-keburukan yang amat banyak. Imam Ghozali menyebutkan sepuluh keburukan, diantaranya, hati orang yang berbuat demikian menjadi keras dan mati. Ibarat tanaman, kalau terendam banjir, ia pasti mati.
Mari kita berdo’a mengharapkan pertolongan Allah semoga kita bisa menjaga perut kita.
Posted by: subhiceria on: Mei 31, 2008
Pada suatu hari diberitakan ada keluarga muslim yang mengalami musibah kematian. Rosulullah merupakan orang yang pertama datang melayat kerumah duka. Berikutnya, para tetangga, kerabat, sanak famili, dan handa tolan, datang pula berduyun-duyun untuk menyatakan duka dan belasungkawa. Dalam kerumunan para pelayat itu, Nabi menegaskan kembali misi utama kerosulannya, yaitu membangun dan mewujudkan kasih sayang.
Dalam kesempatan itu, Rosulullah SAW bersabda, “Saudara-saudaraku, kalau ada di antaramu seseorang yang mati meninggalkan harta, maka hartanya itu harus dibagikan kepada ahli warisnya. Dan kalau ada yang mati meninggalkan utang besara atu tanggungangan keluarga yang banyak, maka hendaklah kalian datang kepadaku, karena akulah penolong dan pelindungya.” (HR. Bukhori)
Apa yang dilakukan dan ditunjukan Nabi di atas tak lain adalah wujud dari kasih sayangnya. Seperti di kemukakan, salah satu misi kerosulan beliau adalah membangun dan mewujudkan kasih sayang bagi seluruh alam. Ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi Rahmat bagi seluruh alam.” (Al-Anbiya:107)
Kasih sayang Rosul dapat dilihat dari sifat-sifatnya yang sangat mulia. Sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an, beliau memiliki lemah lembut kepada para sahabatnya, memaafkan mereka, bahkan memohonkan ampun kepada Allah atas dosa-dosa dan kesalahan mereka (Ali Imran:159). Beliau juga pengasih dan penyayang. Firman Allah SWT, “Sesungguhnya telah datang seorang Rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat mengharapkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah: 128).
Menurut ulama besar Rasyid Ridha, ada tiga sifat Nabi yang sangat utama berdasarkan ayat diatas. Pertama, Kepekaan sosial (Sense of Crisis) yang sangat tinggi, sehingga beliau dapat merasakan kesulitan dan penderitaan orang lain. Kedua, Semangat kemajuan (sense of acievement), sehingga beliau tidak pernah berhenti berjuang dan bekerja keras untuk kemajuan dan kebahagiaan ummat. Ketiga, pengasih dan penyayang. Sifat yang ketiga ini juga merupakan sifat Tuhan dan merupakan salah satu dari nama-Nya yang indah (Asmaul Husna).
Selanjutnya, Rosyid Ridha menghimbau kaum muslim, khususnya para pemimpin, agar meneladani sifat-sifat Nabi yang amat muliaitu. Menurut Ridha, seorang pemimpin, baik pemimpin masyarakat apalagi pemimpin bangsa dan negara, wajib hukumya memiliki tiga sifat yang dimilki oleh Nabi seperti yang telah dituliskan di atas. Alasannya, menurut Ridha, tanpa tiga sifat itu seorang pemimpin tidak akan pernah memikirkan kepentingan dan kesejahteraan ummat.
Kasih sayang tak cukuphanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan. Sebagaimana Rosulullah telah membuktikannya, maka setiap muslim, setingkat dengan kemampuan yang dimilki, harus berusaha mewujudakan kasih sayang itu dalam kehidupanya. Sehingga kehadirannya ditengah-tengah masyarakat benar-benar dirasakan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam.
Posted by: subhiceria on: Mei 29, 2008
Surat Al-Ma’un (1-7 )
Surah ini diturunkan di Makkah sesudah surah at-Takatsur.Nama surah ini diambil dari kata al-Ma’un yang diambil pada ayat terakhir. Menurut etimologi, al-Ma’un berarti banyak harta, berguna dan bermanfaat, kebaikan dan ketaatan , dan Zakat.[1]Surah ini menggambarkan orang yang tidak mau membayar zakat dan tidak mau pula berinfaq untuk membantu fakir miskin. Allah mengancam orang yang mempunyai banyak harta tetapi tidak mempunyai kepedulian social.
Kata-kata Arab “al-Ma’un” yang merupakan ujung surat dan menjadi nama suratnya dijelaskan oleh Muhammad asad, berdasarkan berbagai tafsir klasik,sebagai “comprises the small items needed for one’sdaily use, as well as the occasional acts of kindnessconsisting in helping out one’s fellow-men with such item. In its wider sense, it denotes “aid” or “assistance” in any difficulty” (… kata-kata”al-ma’un” mencakup hal-hal kecil yang diperlukan orangdalam penggunaan sehari-hari, juga perbuatan kebaikankala-kala berupa pemberian bantuan kepada sesama manusiadalam hal-hal kecil tersebut. Dalam maknanya yang lebihluas, kata-kata itu berarti “bantuan” atau “pertolongan”dalam setiap kesulitan )[2]
ارءيت الذي يكذب باالدين * فذالك الذي يدع اليتيم *
ولا يحض على طعام المسكين * فويل للمصلين *
الذين هم عن صلاتهم ساهون* الذين هم يراءون*
ويمنعون الماعون *
Artinya : ( 1 ) Tahukah kamu ( orang ) yang mendustakan agama?
( 2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, ( 3 ) dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin. ( 4 ) maka celakalah bagi orang yang sholat ( 5 ) ( yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, ( 6 ) orang yang berbuat riya, ( 7) dan enggan ( menolong dengan ) barang yang berguna.
Asbabul Nuzul
Adapun sebab turunya surah ini ialah berkenaan degan orang-orang munafik yang memamerkan shalat kepada orang yang berirman; mereka melakukan shalat dengan riya’, dan meninggalkan apabila tidak ada yang melihatnya serta menolak memberiakn bantuan kepada orang miskin dan anak yatim ( Riwayat ibnu Mudzir ).
Tasirnya
Surah ini diawali dengan kalimat tanya untuk menarik perhatian pembacaanya. Kemudian Allah SWT sendiri yang menjawab pertanyaan tersebut satu per satu. Tujuanya ialah agar pembaca benar-benar memperhatiakn dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya.Biasnya setiap ayat yang didahului dengan pertanyaan mengandung nilai yang sangat penting untuk segera dipahami dan diamalkan. Pertanyaan yang paling prinsipil ialah “ siapakah pendusta agama ? “ maka jawabanya segera disusul setelah pertanyaanya. Ayat selanjutnya menjawb secara lugas bahwa pendusta agama ialah orang yang tidak mau menyantuai anak yatim.Ciri berikutnya ialah orang yang tidak mau menyeru untuk dana dan makanan supaya diberiakn kepada orang miskin.
Ustadz M Quraish Shihab dalam Tafsir Al-quran Al karim menyatakan paling tidak ada 2 hal yang patut disimak dalam ayat 3 surat ini. Pertama ayat tersebut tidak berbicara tentang kewajiban ”memberi makan” orang miskin, tapi berbicara ”menganjurkan memberi makan”. Itu berarti mereka yang tidak memiliki kelebihan apapun dituntut pula untuk berperan sebagai ”penganjur pemberi makanan terhadap orang miskin” atau dengan kata lain, kalau tidak mampu secara langsung, minimal kita menganjurkan orang-orang yang mampu untuk memperhatikan nasib mereka. Peran ini sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun, selama mereka bisa merasakan penderitaan orang lain. Ini berarti pula mengundang setiap orang untuk ikut merasakan penderitaan dan kebutuhan orang lain, walaupun dia sendiri tidak mampu mengulurkan bantuan materiil kepada mereka.
Anak-anak yatim dan faqir miskin adalah bagian dari kelompok masyrakat yang sangat dicintai oleh Rusulullah SAW, bahkan dalam sebuah hadits dinyatakan ( Rusuluallah ) sangat dekat dengan mereka.Perhatian mereka sangat diutamakan, sebagaimana tersebut dalam sebuah ayat :
ويسئلونك عن اليتمى قل اصلاح لهم خير وان تخالطهـــم فاخوانكم
Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim katakanlah ;
Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu”
( Al-Baqarah: 220 ).
Perkataan “yahudldlu” yang diterjemahkan dengan “berjuang” di sini mempunyai asal arti “menganjurkan dengan kuat”. A. Hassan dalam Al-Furqan, menerjemahkan perkataan itu dengan “menggemarkan,” Departemen Agama menerjemahkan dengan “menganjurkan” sedangkan Mahmud Yunus dalam tafsir Qur’an Karim menggunakan perkataan “menyuruh“. Dan Muhammad Asad, dalam The Message of the Qur’an, menerjemahkannya dalam bahasa Inggeris dengan “feels no urge” (tidak merasakan adanya dorongan), karena baginya perkataan “yahudldlu” mempunyai makna “mendorong diri sendiri” (sebelum mendorong orang lain). Jadi, perkataan “yahudldlu” menunjuk pada adanya komitmen batin yang tinggi, yakni usaha mengangkat dan menolong nasib kaum miskin. Berarti bahwa indikasi ketulusan dan kesejatian dalam beragama ialah adanya komitmen sosial yang tinggi dan mendalam kepada orang bersangkutan.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Hindarilah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah SAW apakah itu?” Rasulullah SAW bersabda: 1. Syirik, 2. Berbuat sihir, 3. Membunuh orang yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar (menurut ajaran agama), 4. Memakan riba, 5. Memakan harta anak yatim, 6. Berpaling di waktu peperangan (bukan untuk bersiasat akan tetapi lantaran takut kepada musuh), 7. menuduh zina kepada wanita mukmin yang sudah bersuami yang tidak terlintas di hatinya untuk menjalankan kejelekan
Sholat adalah ibadah yang paling utama yang diperintahkan dalam syareat islam.Dengan melaksanakanya secara baik dan benar akan menimbulkan pengaruh positip yang sangat besar dalam aspek kehidupan. Di akherat pun merupakan amaliah yang paling utama yang memperoleh penilaian dan menjadi tolak ukur semua amal perbuatan.
Allah berfirman :
اتل ما اوحى اليك من الكتاب واقم الصلاة ان الصلوة تنهى عن الفخشاء والمنكر
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu alkitab ( al-qur’an ) dan dirikanlah sholat.sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan –perbuatan keji dan mungkar. ( al-ankabut : 45 )
Selanjutya Allah menegaskan bahwa ada sebagian orang yang melakukan amal kebaikan, termasuk shalat, untuk memperlihatkan amalnya kepada manusia. Tindakan seperti ini disebut riya’.Sikap riya’ adalah lawan dari ikhlas. Keikhlasan diperlukan dalam setiap amal kebaikan agar memperoleh pahala yang sempurna dari Allah.
Yang diterjemahkan dengan “lupa” atau “lalai” dalam firman itu ialah kata-kata yang dalam bahasa aslinya (Arab) “sahun”. Yang dimaksud dalam firman ini bukanlah mereka itu dikutuk Allah karena lupa mengerjakan shalat yang disebabkan lupa, misalnya, terlalu sibuk bekerja. Sebab lupa dan alpa serupa itu justru dimaafkan oleh Allah, tidak dikutuk.[3]).Tapi yang dimaksud dalam firman itu ialah mereka yang menjalankan shalat itu lupa akan shalat mereka sendiri, dalam arti bahwa shalat merekatidak mempunyai pengarah apa-apa kepada pendidikan akhlaknya, sehingga mereka yang menjalankan shalat itudengan mereka yang tidak menjalankannya sama saja. Apalagi jika lebih buruk!
Suatu hari, Sayyidah Fathimah as bertanya kepada Rasulullah saw, “Yâ Abâtah, apa yang akan didapatkan oleh orang yang melecehkan shalatnya, menganggap enteng kepada shalatnya, baik laki-laki maupun perempuan?” Rasul bersabda, “Hai Fathimah, barang siapa yang melecehkan shalatnya menganggap enteng kepada shalatnya, baik laki-laki maupun perempuan, Tuhan akan menyiksanya dengan lima belas perkara. Enam perkara di dunia, tiga pada saat ia mati, tiga lagi pada waktu ia berada di kuburnya, dan tiga perkara pada Hari Kiamat, ketika ia keluar dari kuburnya.”
Allah berfirman :
Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang meremehkan sholat dan menuruti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesaatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholeh? (QS. Maryam: 59-60)
Para ulama mengomentari ayat diatas dengan tafsirnya yang terdapat dalam Ibnu Katsir sebagai berikut :
1. Muhammad bin Kaab Al Quraan Al Qurdly, dan Ibnu Zaid bim Aslam dan Sady yang disebut meremehkan sholat adalah Meninggalkan Sholat ( Tidak sholat )
2. Al Auz, Ibnu Maasud, Ibnu jarir, Ibnu Juraih meremehkan sholat adalah meremehkan waktu
3. Al Hasan Al-Bashri, meremehkan sholat adalah meninggalkan Masjid ( Tafsir Ibnu katsir 3 / 21 )
Kata Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu : Pengertian meninggalkan sholat tidak berarti meninggalkan sholat itu sama sekali. Tetapi Said bin Musayyib mengatakan : Orang itu tidak sholat Ashar, Dzuhur kecuali hingga datangnya waktu maghrib, tidak sholat maghrib hingga datangnya waktu Isya dan tidak sholat Isya hingga datangnya Fajar ( shubuh ).
Allah berfirman : Maka celakalah orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya? ( Al-Maun : 4-5 )
Kata Saad bin Abi Waqosh: Aku telah bertanya kepada Rasulullah tentang mereka yang melalaikan sholatnya, maka beliau menjawab Yaitu Mengakhirkan waktu , yakni mengakhirkan waktu sholat.
Kesimpulan
Ilustarsi diatas, tentang pemahaman surat al-ma’un mengingatkan kita betapa penting nilai yang dikandungnya untuk diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari agar kita tidak terjebak kepada kelompok orang yang mendustakan agama.diantara nilai-nilai penting yang terkandung ialah :
1. Allah SWt mengingatkan agar kita tidak terjebak kedalam kelompok orang-orang munafiq yang cenderung menyepelehkan agama.
2. Allah SWT menjelaskan cirri-ciri oran yang mendustakan agama.
3. Allah SWT mencela orang yang melakukan sholat yang tidak mau memahami dan menghayati esensi sholatnya, yaitu orang yang sholat karena riya’
4. Allah SWT melaknat orang kaya yang bersikap kikir, tidak mau membantu orang miskin dan tidak mau mengeluarkan zakat.
[1] Drs. H. Hasan Basri SH, Tafsir Pase, Balai Kajian Tafsir Al-Qur’an Pase, hal. 130
[2] Muhammad Asad. The Messege of the Qur’an. Hal .102
[3] Ibn Taymiyyah, Minhaj al-Sunnah, 4 jilid, Riyadl, Maktabat al-Riyadl al-Haditsah, tt.,Jilid 3, hal. 46
Di sadur oleh HANI
Posted by: subhiceria on: Mei 24, 2008
Whai saudaraku………..
ingatkah kita akan hikmah yang telah diberikan oleh orang-orang soleh, siapakah dia? dia adalah para ulama dan para sahabat nabi yang tercinta. mereka yang selalu menangis setiap saat dikeheningan malam, dia yang selalu mencucurkan air mata karena takut akan azab Allah, dia yang selalu mencucurkan air mata karena rindu ingin berjumpa dengan Allah.Mereka yang selalu menunggu kehadiran-Nya untuk hadir dihati mereka.
Ingatkah kita akan kisah orang sufi?….. yang senantiasa menangis karena berharap dapat berjumpa dengan Robbnya…….
Kisah Nabi Ayub as menangis bertahun-tahun lamanya, bukan karena kehilangan anaknya, yaitu Nabi Yusuf as, tetapi ia takut akan azab Tuhan-Nya yang senantiasa akan menimpa saudara-saudara Yusuf as.
Kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu, Umar ibn Khotob, dia adalah seorang gubernur di kota Madinah, ketika ia bertemu sorang anak yang sedang menggembala kambing di padang sahara, dengan kambing yang beratus-ratus jumlahnya.Umar bin Khotob dengan tidak sengaja menghampiri seorang anak tersebut seraya berkata:”Nak, hari ini kau menggembala kambing cukup banyak,apa kau tidak cape?”oh,tidak.Ini adalah bagian dari tugas saya sehari-hari”jawab si bocah penggembala.Nak sebenarnya saya haus setelah saya melakukan perjalan jauh, saya butuh air susu kambing untuk diminum, punya siapa gerangan kambing-kambing ini?”tanya Umar dengan nada pelan.”kambing-kambing ini adalah kepunyaan majikanku wahai tuanku”.jawab sipenggembala dengan santainya.oh….Umar bin Khotob bergumam.e…..begini saja…majikanmu jauh dari sini dan majikanmu tidak tahu berapa jumlah kambing-kambing yang kau bawa, seandainya saya ambil satu…….. saja dari kambing-kambing itu, pasti majikanmu tidak tahu”.tanya Umar dengan beraninya.Memang majikanku tidak tahu tuan, tapi apakah Allah tidak tahu atas perbuatan seorang hambanya……apakah Allah tidak melihat atas perbuatan seorang hambanya”?…..jawab si bocah penggembala sambil menimpali pertanyaan yang sungguh menggetarkan hati.Apa jawaban Umar ketika mendengar perkataan sibocah itu…..ternyata Umar langsung tunduk dan menangis dengan tersedu-sedu mencucurkan air mata, basahlah pipi dengan airmata…basahlah baju umar dengan airmata…….ia menangis karena ia telah berbuat dzolim dan berharap Allah mengampuni dosa-dosa dirinya. “Semoga Allah memberkatimu dan memberikan karunia kepadamu” Umar berkata sambil mendoakannya.
Saudaraku dimanapun kamu berada………
Bisakah kita sejenak…… saja mencucurkan air mata karena takut kepada Allah SWt?
bisakah kita setets saja….air mata kita jatuh membajiri pipi kita,karena air mata dosa kita, air mata maksiat kita, airmata karena takut akan azab Allah menimpa kita?……
Masih banyak lagi kisah-kisah airmata orang-orang soleh…….yang mengajari kita untuk takut kepada-Nya.
Sadarkah kita……yang selalu menangis mencucurkan air mata karena kehilangan istri…….karena ngefens banget dengan penggemar kita…..atau karena yang lain?……..
Sadarkah kita……..jika seandainya air mata yang jatuh itu adalah air mata dusta……airmata buaya……..Naudzu billah tsumma naudzubillah min dzalik.
Tumbuh-tumbuhan yang dengan tulus dan akrab dengan kita,tumbuhan yang senantiasa memberikan manfaat untuk kepentingan manusia, tapi kini manusialah yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan menangis, kenapa?……………sebab kerana ulah manusia itu sendiri yang selalu membuat kerusakan dimuka bumi………
Lihatlah!…………..bencana yang melanda dimana-mana……..itu akibat ulah manusia, yang mengakibatkan seluruh jagat alam raya menangis, berharap Allah mengampuni dosa-dosa manusia
Komentar Terakhir