“HATI YANG MENCARI” subhiceria

SALAH SIKAP MEMBAWA PETAKA

Posted on: Mei 23, 2008

Ada salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, dari Nu’man bi Basyir r.a., dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Perumpamaan orang yang menegakkan hukum-hukum Allah, dan orang-orang yang melanggarnya, seperti suatu kaum yang berundi tempat diatas sebuah perahu, sehingga sebagian mereka menempati bagian atas, dan sebagian lain menempati bagian bawwah. Orang-orang yang menempati bagian bawah, apabila hendak mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang berada diatas perahu itu. Mereka lantas berfikir, “Jika saja kami bobol salah satu bagian perahu ini (untuk mengambil air), maka kami tidak akan mengganggu mereka yang berada diatas.’ Maka apabila niatnya itu dibiarkan, tentu mereka semua akan celaka, dan apabila segera dicegah mereka akan selamatsemuanya.” (HR. Bukhori)

         Nabi Muhammad saw. menggambarkan suatu kehidupan masyarakat, ibarat serombongan manusia yang berlayar diatas perahu, mereka terbagi menjadi dua kelompok yang mempunyai jatah masing-masing. Sebagian mereka mendapat jatah dibagian atas perahu, sebagian lain dibawahnya. lalu, sebagian mereka ada yang berusaha melubangi perahu untuk meraih air.

  • Perahu digambarkan sebagai lingkungan kemasyarakatan, sebutlah satu kampung atau negri.
  • Sedangkan manusia, dalam kaitannya dengan larangan-larangan Allah SWT. dajn perbuatan-perbuatan haram, terbagi menjadi dua kelompok :
  1. Orang-orang yang teguh menjaga jarak dan mengingkarinya, ia bersemangat untuk menghindarinya, membasmi, dan membersihkan noda-noda haram itu pada masyarakat.
  2. Orang-orang yang terjerumus dan berkubang didalam kemaksiatan itu, atau minimal ikut menyokongnya dari belakang, rela penyebaranya, atau mendiamkan para pelaku pelanggaran, tidak menegurnya dan tidak pula mencegahnya.

     Maka, ilmu dan akal sehat kitapun paham, bahwa sebuah perahu tidak akan bisa selamat sampai kedaratan kecuali jika para pelaku perusakan atau apa saja yang dapat  menghambat laju perahu itu dapat diatasi dan dicegah dengan baik. Demikian pula suatu masyarakat tidak akan kehidupan yang aman, tentram, ataupun mengalami suatu kemajuan yang berarti, kecuali dengan kegigihan orang-orang yang melakukan perbaikan, dan kemauan mereka menindak tegas orang-orang yang merusak dan menebar bencana. 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pilih JUDUL yang anda cari

Komentar Terbaru

Blog Stats

  • 138,209 hits

Klik pengunjung

  • Tak ada

menggapai singgasana hati

%d blogger menyukai ini: