“HATI YANG MENCARI” subhiceria

Santri Madinatunnajah Taklukan Gunung

Posted on: Januari 28, 2009

SANTRI MADINATUNNAJAH TAKLUKAN GUNUNG CIREMAI KUNINGAN JAWA BARAT

 

Oleh: Subchi Ja’far, S.Pd.I

subhiceria008

 

 

Tepat hari ahad tanggal 28 Desember 2008, adalah hari pertama libur semester ganjil di Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang banten. Setelah menempuh kurang lebih dua minggu, para santri mencurahkan kekuatan pikirannya dalam menjawab soal-soal ujian semester ganjil 2008.  Sudah menjadi tradisi Pondok Pesantren Madinatunnajah dalam mengisi liburan semester ganjil, khususnya untuk kelas lima TMI (Tarbiyatul Al-Mu’allimin Wa Al-Mu’allimat Al-Islamiyyah) Madinatunnajah, atau setara dengan kelas dua Aliyyah mengadakan acara Mountain Climbing ke Gunung Ciremai Jawa Barat. Hal ini, sudah kedelapan kalinya santri Madinatunnajah mengadakan pendakian ke Gunung Ciremai.

Tujuan diadakan acara ini adalah, mencetak mental climber santri yang kokoh, menyaksikan dan mensyukuri penciptaan Allah SWT, mencintai alam, serta menjadi santri yang tanggap terhadap apa yang terjadi disekitarnya.

Setelah Sholat dhuhur tepatnya pukul 14.00 WIB, Team Mountain Climbing Madinatunnajah yang berjumlah kurang lebih 40 orang, yang terdiri dari; 5 orang pembimbing, dan 35 santri kelas lima TMI Madinatunnajah Jombang Ciputat. Melaju dengan menggunakan mobil luragung berukuran ¾ jurusan lebak bulus-kuningan. Selama kurang lebih 10 jam perjalanan, team Climbing Madinatunnajah Jombang tiba di Pondok Pesantren Madinatunnajah Kuningan Jawa Barat, tepat pukul 23.00 WIB.

Pagi hari yang cerah, udara yang dingin, ditemani kabut yang turun dari gunung ciremai, membuat team Climbing Madinatunnajah Jombang tak sabar lagi melakukan ekspedisinya ke Gunung Ciremai. Untuk menjawab rasa penasaran yang amat sangat, kami mencoba tuk berkonfirmasi dengan pihak RAC (Ramba Alam Ciremai) dan PPKA (Penjelajah dan Pecinta Kelestarian Alam). Setelah kurang lebih dua jam, kami berbincang-bincang  dengan RAC dan PPKA membuahkan sebuah keputusan bahwa, mereka siap mengantar kita setelah awal tahun baru 2009 tepatnya tanggal satu januari 2009. Rencana awal kami dijadwalkan tanggal satu januari 2009 sudah berada di puncak gunung ciremai, ternyata tertunda. Kemunduran jadwal naik gunung ciremai tidak mempengaruhi dan tidak menghalangi rasa penasaran, apalagi meredupkan semangat, dan mematahkan tekad tuk menaklukan Gunung Ciremai.

Tepat tanggal satu januari 2009, pukul 07.00 WIB, dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim kaki kami melangkah, sebagai tanda memohon diberikan kekuatan penuh dari Allah SWT dengan amat sangat. Sebelumnya, team climbing Madinatunnajah terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok putri yang lebih dahulu berangkat, kemudian disambung kelompok putra, yang masing-masing kelompok dikawal oleh team RAC dan PPKA kuningan Jawa Barat.

Perlu diketahui, bahwa Gunung Ciremai memiliki beberapa jalur pendakian, diantaranya adalah jalur pendakian Setianegara Cilimus Kuningan Jawa Barat. Jalur ini memiliki 15 pos atau selter, diantaranya:

  1. Tugu Beusi RAC- PPKA
  2. Pangguyangan Badak RAC-PPKA
  3. Pamuludan RAC-PPKA
  4. Saluwuk RAC-PPKA
  5. Leuweung Buah RAC-PPKA
  6. Saung Seng RAC-PPKA
  7. Panglawangan RAC-PPKA
  8. Lawang RAC-PPKA
  9. Lemo RAC-PPKA
  10. Kijamuju RAC-PPKA
  11. Bepak RAC-PPKA
  12. Sangga Buana RAC-PPKA
  13. Tengsek RAC-PPKA
  14.  Saroja RAC-PPKA
  15.  Panglongokan/Puncak RAC-PPKA

Tugu Beusi RAC- PPKA, adalah pos pertama dari jalur Setianegara Cilimus Kuningan. Disini, kami semuanya mempersiapkan persediaan air yang mengalir dari mata air gunung ciremai, dengan persediaan air yang sangat cukup. Jurang berbatu, jalan yang terjal, rumput yang menjulang tinggi, rumput berduri, pohon-pohon yang besar, ditemani dengan udara dingin yang mampu merasuk dalam pori-pori kulit, menembus tulang belulang yang dibalut daging, tak mampu menghalangi kami dan memberhentikan niat kami tuk menaklukan gunung ciremai. Tak terasa, lima selter sudah dilewati, team mountain climbing Madinatunnajah tak mampu menahan perut yang lapar, kaki yang lumayan pegel-pegel, akhirnya memberhentikan langkah kaki tuk beristirahat di Selter Leuweung Buah RAC-PPKA. Satu jam sudah, kami hanyut dalam guyon, canda, tawa, rasa pegel-pegel dikaki akhirnya hilang. “Saudara-saudaraku, perkenalkan nama saya adalah abah Udin”, secara tiba-tiba terdengar sumber suara yang persis didapati dari sampingku. “Aku hanya sekedar berpesan, kita semua berada di gunung, maka gunakanlah bahasa gunung”, Ungkapnya. Kemudian beliau melanjutkan pesannya, “ kalu kita minta air maka bahasanya adalah “ aku menta kehirupan”, kalau minta makan, “aku menta kejayaan”, kalau pinjem golok, “aku pinjem kepedasan”, terimakasih”. Beliau menutup pembicaraannya.

Masih ada sepuluh selter atau pos lagi yang harus dilaluinya, berkat pesan abah Udin, semangat kita bagai api yang sedang redup, kemudian ia tambah lagi bahan bakarnya, apipun bertambah besar. Langkah kaki semakin kuat, aral pun tak menjadi halangan, jalan berbatu kami anggap jalan beraspal, jurang kami anggap sumur, rumput berduri kami anggap lapangan bola kaki, hujan gerimis kami anggap Rahmat Yang Maha Kuasa. Pos demi pos sudah dilaluinya, tak terasa haripun sudah sore, jam menunjukan pukul 17.00 WIB. Tak mau dikejar malam, team mountain climbing Madinatunnajah akhirnya mendirikan tenda, tak sadar ternyata kami semua sudah berada di selter Sangga Buana RAC-PPKA. Bertanda bahwa perjalanan kita sudah berada di tangga yang kedua belas. Api semangat semakin berkobar-kobar, keyakinan tuk menggapai puncakpun semakin bertambah, tuk sementara kami ikat dalam kesabaran. Hari sudahlah gelap, tak terasa, rasa dingin yang mendera di sekujur badan tak lagi  terelakkan, api unggun pun dinyalakan, sambil membuat teh dan kopi tuk sekedar menghangatkan badan. Rasa kantuk yang amat sangat, yang membuat kami terlelap dalam tidur, lumayan untuk melanjutkan perjalanan besok.

Tak ada suara adzan subuh, tak terdengar anak-anak mengaji dimasjid, kami terbangun dan tersadar bahwa kami berada di hutan. Tak ada air wudlu, debu pohon pun jadi untuk bertayammum. Matahari mulai menampakkan keindahannya, sembari memberikan kehangatan dengan sinarnya, yang bertanda hari sudah pagi.

Sambil menunggu RAC dan PPKA membuat jalan, kami berkemas membereskan barang-barang yang perlu dibawa, sebagiannya ditinggal ditempat camping, dengan tujuan agar beban tak terasa berat. Selama lima jam kami berjalan, aral dan rintangan semakin berat dan menantang, hujan rintik-rintik datang silih berganti menghalangi perjalanan kami, akhirnya kami sampai di selter Saroja RAC-PPKA. “ Teman-teman lihatlah!, puncak sudah dihadapan mata”, sahut salah seorang santri sambil menunjukan puncak ciremai. “Allahu Akbar! Allahu Akbar”!, teriak semua santri kegirangan. Rasanya, sudah tak sabar lagi mencium tanah puncak gunung Ciremai sembari bersujud sukur sebagai tanda rasa syukur kita kepada Allah.

Perjalanan pun dilanjutkan, memakan waktu sekitar dua jam. Pohon sudah mulai jarang, bertanda puncak sudah dekat. “puncak, puncak, puncak”, semuanya bergumam dalam hati. “Allahu Akbar Allahu Akbar!,  Allahu Akbar Allahu Akbar!” tiba-tiba terdengar suara adzan entah dari mana datangnya, kami mencoba mencari darimana sumber suara itu berasal. Langkah kaki semakin cepat, tatapan mata keatas, terlihat dari kejauhan puncak sudah terlihat, dan kami yakin bahwa sumber suara tadi berasal puncak. Semuanya bersorak, “ayah Agus…..kami sampai dipuncak……ayah Agus……..kami sampai dipuncak”, satu persatu semuanya sujud syukur, mencium tanah puncak ciremai yang sudah dijanjikan.  Panglongokan/Puncak RAC-PPKA adalah selter terakhir dari sekian selter. Selama dua jam kami berada diatas puncak, kabut tebal mulai turun menutupi puncak ciremai, dibarengi dengan hujan yang tiba-tiba saja turun dengan cepatnya.

Waktunya turun gunung, semuanya meluncur dengan cepat bagai roket Palestina yang meluncur ke Israel. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai tujuan di Pesantren Madinatunnajah Kuningan Jawa Barat tepat azdan subuh. Jam 09.00 WIB hari sabtu, kami langsung pamit pulang ke Jakarta, tempatnya di Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang Banten. Ma’annajah Wa ila Alliqo kawan!     

 

   

 

 

 

    

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pilih JUDUL yang anda cari

Komentar Terbaru

Blog Stats

  • 138,209 hits

Klik pengunjung

  • Tak ada

menggapai singgasana hati

%d blogger menyukai ini: