“HATI YANG MENCARI” subhiceria

Archive for the ‘MOTIVASI’ Category

SANTRI MADINATUNNAJAH TAKLUKAN GUNUNG CIREMAI KUNINGAN JAWA BARAT

 

Oleh: Subchi Ja’far, S.Pd.I

subhiceria008

 

 

Tepat hari ahad tanggal 28 Desember 2008, adalah hari pertama libur semester ganjil di Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang banten. Setelah menempuh kurang lebih dua minggu, para santri mencurahkan kekuatan pikirannya dalam menjawab soal-soal ujian semester ganjil 2008.  Sudah menjadi tradisi Pondok Pesantren Madinatunnajah dalam mengisi liburan semester ganjil, khususnya untuk kelas lima TMI (Tarbiyatul Al-Mu’allimin Wa Al-Mu’allimat Al-Islamiyyah) Madinatunnajah, atau setara dengan kelas dua Aliyyah mengadakan acara Mountain Climbing ke Gunung Ciremai Jawa Barat. Hal ini, sudah kedelapan kalinya santri Madinatunnajah mengadakan pendakian ke Gunung Ciremai.

Tujuan diadakan acara ini adalah, mencetak mental climber santri yang kokoh, menyaksikan dan mensyukuri penciptaan Allah SWT, mencintai alam, serta menjadi santri yang tanggap terhadap apa yang terjadi disekitarnya.

Setelah Sholat dhuhur tepatnya pukul 14.00 WIB, Team Mountain Climbing Madinatunnajah yang berjumlah kurang lebih 40 orang, yang terdiri dari; 5 orang pembimbing, dan 35 santri kelas lima TMI Madinatunnajah Jombang Ciputat. Melaju dengan menggunakan mobil luragung berukuran ¾ jurusan lebak bulus-kuningan. Selama kurang lebih 10 jam perjalanan, team Climbing Madinatunnajah Jombang tiba di Pondok Pesantren Madinatunnajah Kuningan Jawa Barat, tepat pukul 23.00 WIB.

Pagi hari yang cerah, udara yang dingin, ditemani kabut yang turun dari gunung ciremai, membuat team Climbing Madinatunnajah Jombang tak sabar lagi melakukan ekspedisinya ke Gunung Ciremai. Untuk menjawab rasa penasaran yang amat sangat, kami mencoba tuk berkonfirmasi dengan pihak RAC (Ramba Alam Ciremai) dan PPKA (Penjelajah dan Pecinta Kelestarian Alam). Setelah kurang lebih dua jam, kami berbincang-bincang  dengan RAC dan PPKA membuahkan sebuah keputusan bahwa, mereka siap mengantar kita setelah awal tahun baru 2009 tepatnya tanggal satu januari 2009. Rencana awal kami dijadwalkan tanggal satu januari 2009 sudah berada di puncak gunung ciremai, ternyata tertunda. Kemunduran jadwal naik gunung ciremai tidak mempengaruhi dan tidak menghalangi rasa penasaran, apalagi meredupkan semangat, dan mematahkan tekad tuk menaklukan Gunung Ciremai.

Tepat tanggal satu januari 2009, pukul 07.00 WIB, dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim kaki kami melangkah, sebagai tanda memohon diberikan kekuatan penuh dari Allah SWT dengan amat sangat. Sebelumnya, team climbing Madinatunnajah terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok putri yang lebih dahulu berangkat, kemudian disambung kelompok putra, yang masing-masing kelompok dikawal oleh team RAC dan PPKA kuningan Jawa Barat.

Perlu diketahui, bahwa Gunung Ciremai memiliki beberapa jalur pendakian, diantaranya adalah jalur pendakian Setianegara Cilimus Kuningan Jawa Barat. Jalur ini memiliki 15 pos atau selter, diantaranya:

  1. Tugu Beusi RAC- PPKA
  2. Pangguyangan Badak RAC-PPKA
  3. Pamuludan RAC-PPKA
  4. Saluwuk RAC-PPKA
  5. Leuweung Buah RAC-PPKA
  6. Saung Seng RAC-PPKA
  7. Panglawangan RAC-PPKA
  8. Lawang RAC-PPKA
  9. Lemo RAC-PPKA
  10. Kijamuju RAC-PPKA
  11. Bepak RAC-PPKA
  12. Sangga Buana RAC-PPKA
  13. Tengsek RAC-PPKA
  14.  Saroja RAC-PPKA
  15.  Panglongokan/Puncak RAC-PPKA

Tugu Beusi RAC- PPKA, adalah pos pertama dari jalur Setianegara Cilimus Kuningan. Disini, kami semuanya mempersiapkan persediaan air yang mengalir dari mata air gunung ciremai, dengan persediaan air yang sangat cukup. Jurang berbatu, jalan yang terjal, rumput yang menjulang tinggi, rumput berduri, pohon-pohon yang besar, ditemani dengan udara dingin yang mampu merasuk dalam pori-pori kulit, menembus tulang belulang yang dibalut daging, tak mampu menghalangi kami dan memberhentikan niat kami tuk menaklukan gunung ciremai. Tak terasa, lima selter sudah dilewati, team mountain climbing Madinatunnajah tak mampu menahan perut yang lapar, kaki yang lumayan pegel-pegel, akhirnya memberhentikan langkah kaki tuk beristirahat di Selter Leuweung Buah RAC-PPKA. Satu jam sudah, kami hanyut dalam guyon, canda, tawa, rasa pegel-pegel dikaki akhirnya hilang. “Saudara-saudaraku, perkenalkan nama saya adalah abah Udin”, secara tiba-tiba terdengar sumber suara yang persis didapati dari sampingku. “Aku hanya sekedar berpesan, kita semua berada di gunung, maka gunakanlah bahasa gunung”, Ungkapnya. Kemudian beliau melanjutkan pesannya, “ kalu kita minta air maka bahasanya adalah “ aku menta kehirupan”, kalau minta makan, “aku menta kejayaan”, kalau pinjem golok, “aku pinjem kepedasan”, terimakasih”. Beliau menutup pembicaraannya.

Masih ada sepuluh selter atau pos lagi yang harus dilaluinya, berkat pesan abah Udin, semangat kita bagai api yang sedang redup, kemudian ia tambah lagi bahan bakarnya, apipun bertambah besar. Langkah kaki semakin kuat, aral pun tak menjadi halangan, jalan berbatu kami anggap jalan beraspal, jurang kami anggap sumur, rumput berduri kami anggap lapangan bola kaki, hujan gerimis kami anggap Rahmat Yang Maha Kuasa. Pos demi pos sudah dilaluinya, tak terasa haripun sudah sore, jam menunjukan pukul 17.00 WIB. Tak mau dikejar malam, team mountain climbing Madinatunnajah akhirnya mendirikan tenda, tak sadar ternyata kami semua sudah berada di selter Sangga Buana RAC-PPKA. Bertanda bahwa perjalanan kita sudah berada di tangga yang kedua belas. Api semangat semakin berkobar-kobar, keyakinan tuk menggapai puncakpun semakin bertambah, tuk sementara kami ikat dalam kesabaran. Hari sudahlah gelap, tak terasa, rasa dingin yang mendera di sekujur badan tak lagi  terelakkan, api unggun pun dinyalakan, sambil membuat teh dan kopi tuk sekedar menghangatkan badan. Rasa kantuk yang amat sangat, yang membuat kami terlelap dalam tidur, lumayan untuk melanjutkan perjalanan besok.

Tak ada suara adzan subuh, tak terdengar anak-anak mengaji dimasjid, kami terbangun dan tersadar bahwa kami berada di hutan. Tak ada air wudlu, debu pohon pun jadi untuk bertayammum. Matahari mulai menampakkan keindahannya, sembari memberikan kehangatan dengan sinarnya, yang bertanda hari sudah pagi.

Sambil menunggu RAC dan PPKA membuat jalan, kami berkemas membereskan barang-barang yang perlu dibawa, sebagiannya ditinggal ditempat camping, dengan tujuan agar beban tak terasa berat. Selama lima jam kami berjalan, aral dan rintangan semakin berat dan menantang, hujan rintik-rintik datang silih berganti menghalangi perjalanan kami, akhirnya kami sampai di selter Saroja RAC-PPKA. “ Teman-teman lihatlah!, puncak sudah dihadapan mata”, sahut salah seorang santri sambil menunjukan puncak ciremai. “Allahu Akbar! Allahu Akbar”!, teriak semua santri kegirangan. Rasanya, sudah tak sabar lagi mencium tanah puncak gunung Ciremai sembari bersujud sukur sebagai tanda rasa syukur kita kepada Allah.

Perjalanan pun dilanjutkan, memakan waktu sekitar dua jam. Pohon sudah mulai jarang, bertanda puncak sudah dekat. “puncak, puncak, puncak”, semuanya bergumam dalam hati. “Allahu Akbar Allahu Akbar!,  Allahu Akbar Allahu Akbar!” tiba-tiba terdengar suara adzan entah dari mana datangnya, kami mencoba mencari darimana sumber suara itu berasal. Langkah kaki semakin cepat, tatapan mata keatas, terlihat dari kejauhan puncak sudah terlihat, dan kami yakin bahwa sumber suara tadi berasal puncak. Semuanya bersorak, “ayah Agus…..kami sampai dipuncak……ayah Agus……..kami sampai dipuncak”, satu persatu semuanya sujud syukur, mencium tanah puncak ciremai yang sudah dijanjikan.  Panglongokan/Puncak RAC-PPKA adalah selter terakhir dari sekian selter. Selama dua jam kami berada diatas puncak, kabut tebal mulai turun menutupi puncak ciremai, dibarengi dengan hujan yang tiba-tiba saja turun dengan cepatnya.

Waktunya turun gunung, semuanya meluncur dengan cepat bagai roket Palestina yang meluncur ke Israel. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai tujuan di Pesantren Madinatunnajah Kuningan Jawa Barat tepat azdan subuh. Jam 09.00 WIB hari sabtu, kami langsung pamit pulang ke Jakarta, tempatnya di Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang Banten. Ma’annajah Wa ila Alliqo kawan!     

 

   

 

 

 

    

Iklan

Ada sebuah cerita yang sangat menarik, yang perlu kita perhatikan bersama. Di hutan belantara, ada seekor ayam yang sedang bertelur. Dalam perrjalanan hidupnya, seekor ayam hari-harinya sibuk dengn telor yang sedang dieraminya. Tanpa disengaja, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas bukit, yang kemudian menggelinding dan jatuh ditempat ayam yang sedang mengerami telor.

Seekor ayam yang tak tahu perbedaan telor, ia anggap telor tadi adalah telor yang ia keluarkan dari pantatnya sendiri. Hari demi hari, tibalah saatnya telor-telor ayam itu menetas, lama kemudian jadilah seekor itik anak ayam.

kemanapun induk anak ayam pergi pastilah itu ada anak ayam. Dalam pencarian makanan demi anak-anaknya, tiba-tiba salah satu diantara kerumunan anak ayam terbang keangkasa dengan gagahnya. Induk ayam mengejarnya kemanapun ia pergi, setelah disadari bahwa yang terbang adalah bukan anaknya sendiri, melainkan ia adalah seekor anak rajawali yang sudah saatnya bebas terbang tinggi dengan  dengan gagahnya, menikmati indahnya udara segar di angkasa.

Induk ayampun pasrah dan mengerti bahwa dia bukan anaknya sendiri. Rajawali tetaplah rajawali, tak mungkin ia berubah jadi anak ayam. Sampai hari kiamat sekalipun rajawali tetaplah rajawali.

Jadilah diri anda sendiri, anda bukan siapa-siapa, anda bukan orang lain, Tapi anda adalah anda.

http://www.iloveblue.com/bali_gaul_funky/kartu_ucapan/category/7.htm        

Mata kita mungkin setiap hari melihat bunga teratai yang mengapung diatas air yang kotor. Ataukah mata kita acuh dan masa bodoh atas apa yang telah terjadi disekeliling kita. Coba lihatlah, dan perhatikan apa yang terjadi di sekeliling bunga teratai……….! Ia masih berdiri tegar dan mencoba menunjukan dirinya dengan indah dan cantiknya. Coba bandingkan dengan bunga eceng gondok, ia hidup berada diatas air yang kotor tetapi apa yang terjadi……eceng gondok mati tak berdaya, ia tak bisa menyerap dan menyaring air kotor untuk membantu proses metabolisme eceng gondok.

Dimanapun bunga teratai, dan di air apapun bunga teratai hidup, pasti ia akan tetap anggun, cantik rupawan, molek dan indah dipandang mata, ia masih TEGAR berdiri diatas air yang kotor sekalipun. Bunga teratai mampu memiliki prinsip hidup, mampu menghadapi tantangan atas apa yang ada disekitarnya. Air boleh tercemar polusi, tapi teratai mampu mengatasinya.

Seharusnya, kita punya prinsip seperti bunga teratai. Kita mampu berdiri dengan tegar, menunjukan jati diri kita walau kita hidup berada dalam lingkungan yang kotor (penuh dengan virus masyarakat) sekalipun.

Jadikan diri anda sendiri, jangan pernah engkau terpengaruh oleh lingkungan yang membawamu hancur, layu, gersang. tunjukan penampilan anda dengan menawan, penuh senyum, anggun dan menyenangkan.

Tetaplah TEGAR  wahai kawanku……………..

      

  

MADINATUNNAJAberdiri di atas dan untuk semua GOLONGAN

Jangan biarkan KEINGINAN merusak KEWAJIBAN

BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI, TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA!

HIDUP sekali HIDUPLAH yang berarti

JIHADKU adalah SENYUM Ibuku

SEDERHANA bukan berarti MISKIN

Jangan melihat BENDA dari UJUNGNYA saja

ANAK AYAM mati di LUMBUNG PADI

 Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.

Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.

Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.

Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.

Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat.

Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.

Hanya karena Anda menyadari dengan baik -tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang
membuat Anda merasa marah.
Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.

Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.

Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti ia menghinakan.

Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.

Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju
sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.

Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.

Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya,
dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.

Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.

Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.

Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang
kecil.

Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?

Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.

Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.

Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.

Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.

Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.

Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?

Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?

Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.

Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.

Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang-orang kecil.

Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri.
Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.

Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.

Sebuah jiwa membangun kehidupan seseorang. Setelah jadinya, kehidupan orang itu membangun pagar dan batas-batas ruang geraknya, dan yang kemudian membentuk jiwanya. Maka bangunlah kehidupan yang baik.
Keputusan Anda mengenai bentuk kehidupan yang Anda pilih, akan menentukan kualitas jiwa yang dibentuk oleh kehidupan Anda.

Sebabkan-lah kehidupan yang baik pada orang lain.

Sebutir biji padi membawa setitik kumpulan cetak biru dari rancangan bentuk dan rincian dari semua sifat dan kualitasnya; dan de-
ngan kehebatan kekuatan yang sedikit kita mengerti, mempertahankannya dalam diri kecilnya itu, sepanjang rantai abad-abad yang
panjang, untuk dengan penuh kecintaan meneruskannya ke butir-butir padi berikutnya, agar mereka meneruskan kekuatannya itu ke
masa-masa yang panjang ke depan.
Lalu, apakah yang bisa membuat kita tidak jengah berhenti, dihentikan oleh lemahnya pendapat diri sendiri mengenai diri sendiri?
Padahal semua orang bijak dalam sejarah kemanusiaan telah mengundang kita untuk meneruskan kekuatan mereka kepada keturunan dan lingkungan kita?

Mengutip dari JFK, “Saya yakin bahwa setelah debu dari abad-abad yang melalui kota-kota kita; kita pun, akan diingat bukan karena kemenangan atau kekalahan kita dalam peperangan atau dalam politik, tetapi karena kontribusi kita kepada jiwa kemanusiaan.”

Maka, bangunlah kehidupan yang baik dengan menyebabkan kehidupan yang baik pada orang lain.
Dan itu adalah dasar dari semua kekuatan untuk memenangkan kepemimpinan hidup ini.

Seorang sahabat adalah jiwa yang sama dalam dua badan yang berbeda.
Maka pribadi yang menjadi sahabat bagi dirinya sendiri adalah sahabat yang terbaik.

Seorang sahabat tidak memiliki ke pentingan lain dari kita kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita. Bila dia tidak sedang memberikan nasihat-nasihat yang menggelorakan semangat kita untuk mencapai kecemerlangan hidup, dia duduk dengan tenang bersama kita di saat-saat kita terluka dan bersedih hanya untuk menjadi pendengar yang tidak menyanggah, dan yang kehadirannya secara fisik atau semangat menjadikan kita tidak sendiri.

Tetapi, akan selalu ada pribadi yang mengisi kebersamaan dengan dirinya sendiri dengan keluhan-keluhan mengenai kelemahan dan kegagalan dirinya. Dia berbicara dengan nada yang tinggi atau rendah, tetapi yang tak henti-hentinya mengeluhkan dirinya sendiri yang belum berhasil mencapai kelas-kelas yang telah dicapai oleh orang lain. Lalu, dengan kejamnya dia mengatakan bahwa hidupnya akan menjadi lebih baik bila saja dia bisa dilahirkan dan hidup dalam diri yang lebih baik.
Disampaikannya semua keluhan itu pagi-pagi saat dirinya bangun dari tidur malam yang penuh dengan mimpi buruk, dan kemudian sepanjang hari, sampai saat dirinya tergolek lelah dengan mata basah-untuk kembali memasuki alam mimpi yang tetap tidak ramah. Janganlah pernah Anda bersikap tidak bersahabat kepada satu-satunya pribadi yang menjadi tempat menempelnya nama Anda.

Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan.

Bukan kurangnya kasih sayang yang menggagalkan banyak pernikahan, tetapi tidak cukupnya persahabatan. Bagaimana mungkin Anda bisa lama bersama dengan seseorang yang lebih menyukai kebersamaan dengan oranglain, atau yang bersaing dengan Anda, atau yang tidak merasa terkait dengan masalah-masalah Anda, atau yang merasa tidak turut bertanggung-jawab atas lambatnya kemajuan Anda,atau yang bermanis-muka hanya sebelum meminta, atau yang mendahulukan penolakan terhadap usulan-usulan Anda, atau yangmenuduh Anda tidak mau mengerti saat dia tidak mau mengerti batasan-batasan Anda,atau yang membuatAndatidakbisa membedakan antara dusta-nya dan benar-nya, dan yang mengabaikan Anda tetapi yang juga mengatakan bahwa bila ada keberhasilan Anda-itu adalah berkat dukungannya?
Semua itu adalah beban yang menyedihkan dalam kebersamaan resmi yang tidak lagi bernilai. Lalu, mohon Anda sadari bahwa kebersamaan Anda dengan diri Anda sendiri adalah kebersamaan yang paling lama yang akan pernah Anda alami dengan siapa pun, dan merupakan kebersamaan yang tidak bisa Anda tinggalkan. Kebersamaan Anda dengan diri Anda sendiri itu dimulai saat Anda berdua dilahirkan, dan akan berakhir secara duniawi saat diri Anda tidak lagi dapat bertahan sebagai alamat kehidupan Anda didunia.
Maka temukanlah semua definisi baik tentang persahabatan, dan mulai saat ini gunakanlah pengertian-pengertian baik itu dalam sikap dan perilaku Anda-untuk menjadi sahabat yang terbaik bagi diri Andasendiri.

Ketegasan untuk mendisiplinkan diri sendiri adalah pemasti ter-gali-nya emas di bawah tempat Anda berdiri.

Persahabatan Anda dengan diri Anda adalah kebersamaan yang intim untuk mengutamakan perasaan, pikiran, dan tindakan yang memajukan kualitas hidup Anda. Mohon ingatkan sahabat terdekat Anda itu, bahwa semua keberhasilan Anda dimungkinkan karena interaksi yang baik dan yang mendatangkan keuntungan bagi oranglain.
Sehingga sebetulnya, tertundanya keberhasilan Anda berdua-datang dari dua kegagalan. Yang pertama adalah kegagalan untuk diterima dengan baik oleh orang lain, dan yang kedua adalah kegagalan dalam mendatangkan keuntungan bagioranglain. Lalu, berbincang-lah ramah dengan diri Anda sendiri, dan capailah pengertian bersama yang baik mengenai keharusan bagi Anda untuk menjadi pribadi yang diterima, disukai, dan dipercaya oleh orang lain. Bagaimana mungkin Anda berhasil dalam interaksi dengan orang lain, bila Anda tidak berhasil berinteraksi dengan diri Anda sendiri? Mintalah dia untuk bersikap dan berlaku dengan sikap dan tindakan yang telah Anda putuskan sebagai pilihan-pilihan terbaik. Pastikan bahwa dia tidak kembali kepada sikap dan tindakan-tindakan lamanya yang telah dikenalnya dengan baik sekali, yang mudah baginya untuk mengulangi, dan yang telah menjadikan Anda mengeluhkan keadaan di mana Andasekarang berada.

Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda, dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati.

Setiap orang mungkin bisa mendengar semua yang Anda katakan, tetapi sedikit sekali yang betul-betul mendengarkan, dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan. Dan dengannya dia memberikan bahkan yang tidak Anda minta.

Tidak dibutuhkan air yang banyak untuk menenggelamkan kita. Hanya segelas air, asal masuk mengisi pernafasan kita. Bila Anda sedang merasa terjebak dalam sebuah lubang, berhentilah menggali.
Bila Anda sedang merasa tenggelam, jangan bernafas air.
Udara yang kita hirup bisa saja sama, tetapi suasana hati kitalah yang bisa menjadikan kita bernafas dalam-dalam dengan damai, atau yang tersedak-sedak dengan udara yang tidak jelas akan ke luar atau ke dalam.

Kenalilah suasana hati Anda, lebih dahulu; sebelum Anda memutuskan penilaian buruk pada apa pun yang sedang Anda alami.
Karena, hal yang sedang Anda keluhkan itu, bisa saja adalah hal yang sama yang sedang dialami oleh seorang lain yang sedang cemerlang dalam karir dan hidupnya.

Kita hanya sebahagian kesungguhan kita untuk memilih kebahagiaan.
Kita disebut makhluk yang bebas, karena kita memiliki kebebasan untuk memilih.
Dan dari semua pilihan yang bebas kita ambil di dunia ini; yang paling besar dampaknya pada kualitas hidup kita, adalah pilihan sikap.
Bila kita melihat masalah-masalah kita permanen, maka seolah-olah permanenlah penderitaan kita.
Bila kita melihat upaya kita – tidak akan mengeluarkan kita dari masalah, maka lemahlah upaya kita untuk memperbaiki keadaan.
Maka, pilihlah untuk berbahagia; dan perhatikanlah bagaimana pilihan itu mulai mewujud segera setelah Anda memutuskan.

Bagi yang sedang tenggelam, gerakan apa pun selain gerakan tenggelam adalah pilihan yang lebih baik.
Maka percayalah pada undangan dan anjuran baik dari saudara-saudara kita yang baik.
Banyak orang yang sedang tenggelam memilih untuk tidak melakukan apa pun, membeku, dan bertanya-tanya mengapa mereka bernapas air.
Yang lebih menyedihkan, sebagian dari mereka, menolak anjuran-anjuran baik, karena itu semua masih belum tentu.
Dia tidak melihat, bahwa pilihan apa pun selain tenggelam, adalah pilihan yang lebih baik.

Kita akan terus merasa menderita, selama kita melihat diri kita menderita. Kita akan segera keluar dari perasaan mengasihani diri sendiri, bila kita melihat diri kita sebagai seorang yang berhak untuk berhasil, dan yang sedang mengupayakan keberhasilannya.

Kita cenderung untuk berfokus pada rasa sakit, lebih daripada upaya kita untuk meredakan rasa sakit itu.
Anda akan dikagetkan oleh kehebatan dari dampak tindakan dalam menghapus perasaan sedang tenggelam itu.
Kapan pun perasaan akan tenggelam itu datang – segera-lah bangkit.
Lakukanlah sesuatu yang selama ini telah Anda keta-ui harus Anda lakukan, tetapi yang penundaannya menjadikan Anda merasa berhutang, merasa terlambat, dan telah membuat Anda merasa tidak bertanggung-jawab.
Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita, dan kehilangan pandangan pada keuntungan jangka panjang dari upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang penting dan yang prioritas.

Bila cara Anda memudahkan, tidak akan ada masalah yang menyulitkan.
Masalah memiliki kecenderungan untuk tampil lebih besar dari ukuran aslinya, karena perkiraan-perkiraan kita mengenai
penderitaan yang akan dibawanya ke dalam hidup kita.
Itu sebabnya, sangat berhati-hatilah Anda dalam menyikapi masalah.
Dahulukanlah logika Anda. Jangan biarkan emosi Anda bereaksi meledak-ledak atau merayap berlemah-lemah di hadapan sebuah masalah.
Ingatlah, bahwa masalah kecil, diperuntukkan bagi orang-orang kecil. Masalah-masalah besar, diperuntukkan bagi orang-orang besar. Tidak akan ada kesalahan dalam alokasi ukuran masalah itu. Dan kita orang besar, atau yang sedang mengupayakan pembuktian dari kebesaran kita.

Maka, ingatlah. Bukan lautan luas dan dalam yang dibutuhkan untuk menenggelamkan kita. Hanya segelas air, yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk ke pernafasan kita. Mereka yang bisa bergaul ramah dengan lautan, akan selalu menemukan cara untuk bernafas dengan leluasa, di dalam guncangan ombak. Dan Anda, yang menemukan cara untuk bersikap ramah kepada kehidupan, akan selalu menemukan cara untuk menjadi berbahagia.


kalender

November 2017
S S R K J S M
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Pilih JUDUL yang anda cari

Komentar Terbaru

Blog Stats

  • 166,312 hits

Klik pengunjung

  • Tidak ada

menggapai singgasana hati