“HATI YANG MENCARI” subhiceria

“Jadilah Diri Anda Sendiri”

Ada sebuah cerita yang sangat menarik, yang perlu kita perhatikan bersama. Di hutan belantara, ada seekor ayam yang sedang bertelur. Dalam perrjalanan hidupnya, seekor ayam hari-harinya sibuk dengn telor yang sedang dieraminya. Tanpa disengaja, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas bukit, yang kemudian menggelinding dan jatuh ditempat ayam yang sedang mengerami telor.

Seekor ayam yang tak tahu perbedaan telor, ia anggap telor tadi adalah telor yang ia keluarkan dari pantatnya sendiri. Hari demi hari, tibalah saatnya telor-telor ayam itu menetas, lama kemudian jadilah seekor itik anak ayam.

kemanapun induk anak ayam pergi pastilah itu ada anak ayam. Dalam pencarian makanan demi anak-anaknya, tiba-tiba salah satu diantara kerumunan anak ayam terbang keangkasa dengan gagahnya. Induk ayam mengejarnya kemanapun ia pergi, setelah disadari bahwa yang terbang adalah bukan anaknya sendiri, melainkan ia adalah seekor anak rajawali yang sudah saatnya bebas terbang tinggi dengan  dengan gagahnya, menikmati indahnya udara segar di angkasa.

Induk ayampun pasrah dan mengerti bahwa dia bukan anaknya sendiri. Rajawali tetaplah rajawali, tak mungkin ia berubah jadi anak ayam. Sampai hari kiamat sekalipun rajawali tetaplah rajawali.

Jadilah diri anda sendiri, anda bukan siapa-siapa, anda bukan orang lain, Tapi anda adalah anda.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pilih JUDUL yang anda cari

Komentar Terbaru

Blog Stats

  • 138,209 hits

Klik pengunjung

  • Tak ada

menggapai singgasana hati

%d blogger menyukai ini: