“HATI YANG MENCARI” subhiceria

       Pada suatu hari diberitakan ada keluarga muslim yang mengalami musibah kematian. Rosulullah merupakan orang yang pertama datang melayat kerumah duka. Berikutnya, para tetangga, kerabat, sanak famili, dan handa tolan, datang pula berduyun-duyun untuk menyatakan duka dan belasungkawa. Dalam kerumunan para pelayat itu, Nabi menegaskan kembali misi utama kerosulannya, yaitu membangun dan mewujudkan kasih sayang.

       Dalam kesempatan itu, Rosulullah SAW bersabda, “Saudara-saudaraku, kalau ada di antaramu seseorang yang mati meninggalkan harta, maka hartanya itu harus dibagikan kepada ahli warisnya. Dan kalau ada yang mati meninggalkan utang besara atu tanggungangan keluarga yang banyak, maka hendaklah kalian datang kepadaku, karena akulah penolong dan pelindungya.” (HR. Bukhori)

       Apa yang dilakukan dan ditunjukan Nabi di atas tak lain adalah wujud dari kasih sayangnya. Seperti di kemukakan, salah satu misi kerosulan beliau adalah membangun dan mewujudkan kasih sayang bagi seluruh alam. Ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi Rahmat bagi seluruh alam.” (Al-Anbiya:107)

        Kasih sayang Rosul dapat dilihat dari sifat-sifatnya yang sangat mulia. Sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an, beliau memiliki lemah lembut kepada para sahabatnya, memaafkan mereka, bahkan memohonkan ampun kepada Allah  atas dosa-dosa dan kesalahan mereka (Ali Imran:159). Beliau juga pengasih dan penyayang. Firman Allah SWT, “Sesungguhnya telah datang seorang Rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat mengharapkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah: 128).

       Menurut ulama besar Rasyid Ridha, ada tiga sifat Nabi yang sangat utama berdasarkan ayat diatas. Pertama, Kepekaan sosial (Sense of Crisis) yang sangat tinggi, sehingga beliau dapat merasakan kesulitan dan penderitaan orang lain. Kedua, Semangat kemajuan (sense of acievement), sehingga beliau tidak pernah berhenti berjuang dan bekerja keras untuk kemajuan dan kebahagiaan ummat. Ketiga, pengasih dan penyayang. Sifat yang ketiga ini juga merupakan sifat Tuhan dan merupakan salah satu dari nama-Nya yang indah (Asmaul Husna).

       Selanjutnya, Rosyid Ridha menghimbau kaum muslim, khususnya para pemimpin, agar meneladani sifat-sifat Nabi yang amat muliaitu. Menurut Ridha, seorang pemimpin, baik pemimpin masyarakat apalagi pemimpin bangsa dan negara, wajib hukumya memiliki tiga sifat yang dimilki oleh Nabi seperti yang telah dituliskan di atas. Alasannya, menurut Ridha, tanpa tiga sifat itu seorang pemimpin tidak akan pernah memikirkan kepentingan dan kesejahteraan ummat.

       Kasih sayang tak cukuphanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan. Sebagaimana Rosulullah telah membuktikannya, maka setiap muslim, setingkat dengan kemampuan yang dimilki, harus berusaha mewujudakan kasih sayang itu dalam kehidupanya. Sehingga kehadirannya ditengah-tengah masyarakat benar-benar dirasakan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam.

Iklan

Surat Al-Ma’un (1-7 )

     Surah ini diturunkan di Makkah sesudah surah at-Takatsur.Nama surah ini diambil dari kata al-Ma’un yang diambil pada ayat terakhir. Menurut etimologi, al-Ma’un berarti banyak harta, berguna dan bermanfaat, kebaikan dan ketaatan , dan Zakat.[1]Surah ini menggambarkan orang yang tidak mau membayar zakat dan tidak mau pula berinfaq untuk membantu fakir miskin. Allah mengancam orang yang mempunyai banyak harta tetapi tidak mempunyai kepedulian social.

      Kata-kata Arab “al-Ma’un” yang merupakan ujung surat dan menjadi nama suratnya dijelaskan oleh Muhammad asad, berdasarkan berbagai tafsir klasik,sebagai “comprises the small items needed for one’sdaily use, as well as the occasional acts of kindnessconsisting in helping out one’s fellow-men with such item. In its wider sense, it denotes “aid” or “assistance” in any difficulty” (… kata-kata”al-ma’un” mencakup hal-hal kecil yang diperlukan orangdalam penggunaan sehari-hari, juga perbuatan kebaikankala-kala berupa pemberian bantuan kepada sesama manusiadalam hal-hal kecil tersebut. Dalam maknanya yang lebihluas, kata-kata itu berarti “bantuan” atau “pertolongan”dalam setiap kesulitan )[2]

 

ارءيت الذي يكذب باالدين * فذالك الذي يدع اليتيم *

ولا يحض على طعام المسكين * فويل للمصلين *

الذين هم عن صلاتهم ساهون* الذين هم يراءون*

ويمنعون الماعون *

Artinya : ( 1 ) Tahukah kamu ( orang ) yang mendustakan agama?

( 2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, ( 3 ) dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin. ( 4 ) maka celakalah bagi orang yang sholat ( 5 ) ( yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, ( 6 ) orang yang berbuat riya, ( 7) dan enggan ( menolong dengan ) barang yang berguna.

Asbabul Nuzul

      Adapun sebab turunya surah ini ialah berkenaan degan orang-orang munafik yang memamerkan shalat kepada orang yang berirman; mereka melakukan shalat dengan riya’, dan meninggalkan apabila tidak ada yang melihatnya serta menolak memberiakn bantuan kepada orang miskin dan anak yatim ( Riwayat ibnu Mudzir ).

 Tasirnya

      Surah ini diawali dengan kalimat tanya untuk menarik perhatian pembacaanya. Kemudian Allah  SWT sendiri yang menjawab pertanyaan tersebut satu per satu. Tujuanya ialah agar pembaca benar-benar memperhatiakn dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya.Biasnya setiap ayat yang didahului dengan pertanyaan mengandung nilai yang sangat penting untuk segera dipahami dan diamalkan. Pertanyaan yang paling prinsipil ialah “ siapakah pendusta agama ? “ maka jawabanya segera disusul setelah pertanyaanya. Ayat selanjutnya menjawb secara lugas bahwa pendusta agama ialah orang yang tidak mau menyantuai anak yatim.Ciri berikutnya ialah orang yang tidak mau menyeru untuk dana dan makanan supaya diberiakn kepada orang miskin.

            Ustadz M Quraish Shihab dalam Tafsir Al-quran Al karim menyatakan paling tidak ada 2 hal yang patut disimak dalam ayat 3 surat ini. Pertama ayat tersebut tidak berbicara tentang kewajiban ”memberi makan” orang miskin, tapi berbicara ”menganjurkan memberi makan”. Itu berarti mereka yang tidak memiliki kelebihan apapun dituntut pula untuk berperan sebagai ”penganjur pemberi makanan terhadap orang miskin” atau dengan kata lain, kalau tidak mampu secara langsung, minimal kita menganjurkan orang-orang yang mampu untuk memperhatikan nasib mereka. Peran ini sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun, selama mereka bisa merasakan penderitaan orang lain. Ini berarti pula mengundang setiap orang untuk ikut merasakan penderitaan dan kebutuhan orang lain, walaupun dia sendiri tidak mampu mengulurkan bantuan materiil kepada mereka.

            Anak-anak yatim dan faqir miskin adalah bagian dari kelompok masyrakat yang sangat dicintai oleh Rusulullah SAW, bahkan dalam sebuah hadits dinyatakan ( Rusuluallah ) sangat dekat dengan mereka.Perhatian mereka sangat diutamakan, sebagaimana tersebut dalam sebuah ayat :

            ويسئلونك عن اليتمى قل اصلاح لهم خير وان تخالطهـــم فاخوانكم

Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim katakanlah ;

Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu”

( Al-Baqarah: 220 ).

         Perkataan “yahudldlu” yang diterjemahkan dengan “berjuang” di sini mempunyai asal arti “menganjurkan dengan kuat”. A. Hassan dalam Al-Furqan, menerjemahkan perkataan itu dengan “menggemarkan,” Departemen Agama menerjemahkan dengan “menganjurkan” sedangkan Mahmud Yunus dalam tafsir Qur’an Karim menggunakan perkataan “menyuruh“. Dan Muhammad Asad, dalam The Message of the Qur’an, menerjemahkannya dalam bahasa Inggeris dengan “feels no urge” (tidak merasakan adanya dorongan), karena baginya perkataan “yahudldlu” mempunyai makna “mendorong diri sendiri” (sebelum mendorong orang lain). Jadi, perkataan “yahudldlu” menunjuk pada adanya komitmen batin yang tinggi, yakni usaha mengangkat dan menolong nasib kaum miskin. Berarti bahwa indikasi ketulusan dan kesejatian dalam beragama ialah adanya komitmen sosial yang tinggi dan mendalam kepada orang bersangkutan.

         Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Hindarilah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah SAW apakah itu?” Rasulullah SAW bersabda: 1. Syirik, 2. Berbuat sihir, 3. Membunuh orang yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar (menurut ajaran agama), 4. Memakan riba, 5. Memakan harta anak yatim, 6. Berpaling di waktu peperangan (bukan untuk bersiasat akan tetapi lantaran takut kepada musuh), 7. menuduh zina kepada wanita mukmin yang sudah bersuami yang tidak terlintas di hatinya untuk menjalankan kejelekan                                                                          

            Sholat adalah ibadah yang paling utama yang diperintahkan dalam syareat islam.Dengan melaksanakanya secara baik dan benar akan menimbulkan pengaruh positip yang sangat besar dalam aspek kehidupan. Di akherat pun merupakan amaliah yang paling utama yang memperoleh penilaian dan menjadi tolak ukur semua amal perbuatan.

Allah berfirman :

اتل ما اوحى اليك من الكتاب واقم الصلاة ان الصلوة تنهى عن الفخشاء والمنكر

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu alkitab ( al-qur’an ) dan dirikanlah sholat.sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan –perbuatan keji dan mungkar. ( al-ankabut : 45 )

 

      Selanjutya Allah menegaskan bahwa ada sebagian orang yang melakukan amal kebaikan, termasuk shalat, untuk memperlihatkan amalnya kepada manusia. Tindakan seperti ini disebut riya’.Sikap riya’ adalah lawan dari ikhlas. Keikhlasan diperlukan dalam setiap amal kebaikan agar memperoleh pahala yang sempurna dari Allah.

               Yang diterjemahkan dengan “lupa” atau “lalai” dalam firman itu ialah kata-kata yang dalam bahasa aslinya (Arab) “sahun”. Yang dimaksud dalam firman ini bukanlah mereka itu dikutuk Allah karena lupa mengerjakan shalat yang disebabkan lupa, misalnya, terlalu sibuk bekerja. Sebab lupa dan alpa serupa itu justru dimaafkan oleh Allah, tidak dikutuk.[3]).Tapi yang dimaksud dalam firman itu ialah mereka yang menjalankan shalat itu lupa akan shalat mereka sendiri, dalam arti bahwa shalat merekatidak mempunyai pengarah apa-apa kepada pendidikan akhlaknya, sehingga mereka yang menjalankan shalat itudengan mereka yang tidak menjalankannya sama saja. Apalagi jika lebih buruk!

 

Suatu hari, Sayyidah Fathimah as bertanya kepada Rasulullah saw, “Yâ Abâtah, apa yang akan didapatkan oleh orang yang melecehkan shalatnya, menganggap enteng kepada shalatnya, baik laki-laki maupun perempuan?” Rasul bersabda, “Hai Fathimah, barang siapa yang melecehkan shalatnya menganggap enteng kepada shalatnya, baik laki-laki maupun perempuan, Tuhan akan menyiksanya dengan lima belas perkara. Enam perkara di dunia, tiga pada saat ia mati, tiga lagi pada waktu ia berada di kuburnya, dan tiga perkara pada Hari Kiamat, ketika ia keluar dari kuburnya.”

 

Allah berfirman :

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang meremehkan sholat dan menuruti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesaatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholeh? (QS. Maryam: 59-60)

Para ulama mengomentari ayat diatas dengan tafsirnya yang terdapat dalam Ibnu Katsir sebagai berikut :

1. Muhammad bin Kaab Al Quraan Al Qurdly, dan Ibnu Zaid bim Aslam     dan Sady yang disebut meremehkan sholat adalah Meninggalkan Sholat ( Tidak sholat )

2. Al Auz, Ibnu Maasud, Ibnu jarir, Ibnu Juraih meremehkan sholat adalah meremehkan waktu

3. Al Hasan Al-Bashri, meremehkan sholat adalah meninggalkan Masjid ( Tafsir Ibnu katsir 3 / 21 )

Kata Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu : Pengertian meninggalkan sholat tidak berarti meninggalkan sholat itu sama sekali. Tetapi Said bin Musayyib mengatakan : Orang itu tidak sholat Ashar, Dzuhur kecuali hingga datangnya waktu maghrib, tidak sholat maghrib hingga datangnya waktu Isya dan tidak sholat Isya hingga datangnya Fajar ( shubuh ).

Allah berfirman : Maka celakalah orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya? ( Al-Maun : 4-5 )

Kata Saad bin Abi Waqosh: Aku telah bertanya kepada Rasulullah tentang mereka yang melalaikan sholatnya, maka beliau menjawab Yaitu Mengakhirkan waktu , yakni mengakhirkan waktu sholat.

Kesimpulan

Ilustarsi diatas, tentang pemahaman surat al-ma’un mengingatkan kita betapa penting nilai yang dikandungnya untuk diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari agar kita tidak terjebak kepada kelompok orang yang mendustakan agama.diantara nilai-nilai penting yang terkandung ialah :

1.      Allah SWt mengingatkan agar kita tidak terjebak kedalam kelompok orang-orang munafiq yang cenderung menyepelehkan agama.

2.      Allah SWT menjelaskan cirri-ciri oran yang mendustakan agama.

3.      Allah SWT mencela orang yang melakukan sholat yang tidak mau memahami dan menghayati esensi sholatnya, yaitu orang yang sholat karena riya’

4.      Allah SWT melaknat orang kaya yang bersikap kikir, tidak mau membantu orang miskin dan tidak mau mengeluarkan zakat.


[1] Drs. H. Hasan Basri SH, Tafsir Pase, Balai Kajian Tafsir Al-Qur’an Pase, hal. 130

[2] Muhammad Asad. The Messege of the Qur’an. Hal .102

[3] Ibn Taymiyyah, Minhaj al-Sunnah, 4 jilid, Riyadl, Maktabat al-Riyadl al-Haditsah, tt.,Jilid 3, hal. 46

Di sadur oleh HANI

Whai saudaraku………..
ingatkah kita akan hikmah yang telah diberikan oleh orang-orang soleh, siapakah dia? dia adalah para ulama dan para sahabat nabi yang tercinta. mereka yang selalu menangis setiap saat dikeheningan malam, dia yang selalu mencucurkan air mata karena takut akan azab Allah, dia yang selalu mencucurkan air mata karena rindu ingin berjumpa dengan Allah.Mereka yang selalu menunggu kehadiran-Nya untuk hadir dihati mereka.
Ingatkah kita akan kisah orang sufi?….. yang senantiasa menangis karena berharap dapat berjumpa dengan Robbnya…….
Kisah Nabi Ayub as menangis bertahun-tahun lamanya, bukan karena kehilangan anaknya, yaitu Nabi Yusuf as, tetapi ia takut akan azab Tuhan-Nya yang senantiasa akan menimpa saudara-saudara Yusuf as.
Kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu, Umar ibn Khotob, dia adalah seorang gubernur di kota Madinah, ketika ia bertemu sorang anak yang sedang menggembala kambing di padang sahara, dengan kambing yang beratus-ratus jumlahnya.Umar bin Khotob dengan tidak sengaja menghampiri seorang anak tersebut seraya berkata:”Nak, hari ini kau menggembala kambing cukup banyak,apa kau tidak cape?”oh,tidak.Ini adalah bagian dari tugas saya sehari-hari”jawab si bocah penggembala.Nak sebenarnya saya haus setelah saya melakukan perjalan jauh, saya butuh air susu kambing untuk diminum, punya siapa gerangan kambing-kambing ini?”tanya Umar dengan nada pelan.”kambing-kambing ini adalah kepunyaan majikanku wahai tuanku”.jawab sipenggembala dengan santainya.oh….Umar bin Khotob bergumam.e…..begini saja…majikanmu jauh dari sini dan majikanmu tidak tahu berapa jumlah kambing-kambing yang kau bawa, seandainya saya ambil satu…….. saja dari kambing-kambing itu, pasti majikanmu tidak tahu”.tanya Umar dengan beraninya.Memang majikanku tidak tahu tuan, tapi apakah Allah tidak tahu atas perbuatan seorang hambanya……apakah Allah tidak melihat atas perbuatan seorang hambanya”?…..jawab si bocah penggembala sambil menimpali pertanyaan yang sungguh menggetarkan hati.Apa jawaban Umar ketika mendengar perkataan sibocah itu…..ternyata Umar langsung tunduk dan menangis dengan tersedu-sedu mencucurkan air mata, basahlah pipi dengan airmata…basahlah baju umar dengan airmata…….ia menangis karena ia telah berbuat dzolim dan berharap Allah mengampuni dosa-dosa dirinya. “Semoga Allah memberkatimu dan memberikan karunia kepadamu” Umar berkata sambil mendoakannya.
Saudaraku dimanapun kamu berada………
Bisakah kita sejenak…… saja mencucurkan air mata karena takut kepada Allah SWt?
bisakah kita setets saja….air mata kita jatuh membajiri pipi kita,karena air mata dosa kita, air mata maksiat kita, airmata karena takut akan azab Allah menimpa kita?……
Masih banyak lagi kisah-kisah airmata orang-orang soleh…….yang mengajari kita untuk takut kepada-Nya.
Sadarkah kita……yang selalu menangis mencucurkan air mata karena kehilangan istri…….karena ngefens banget dengan penggemar kita…..atau karena yang lain?……..
Sadarkah kita……..jika seandainya air mata yang jatuh itu adalah air mata dusta……airmata buaya……..Naudzu billah tsumma naudzubillah min dzalik.
Tumbuh-tumbuhan yang dengan tulus dan akrab dengan kita,tumbuhan yang senantiasa memberikan manfaat untuk kepentingan manusia, tapi kini manusialah yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan menangis, kenapa?……………sebab kerana ulah manusia itu sendiri yang selalu membuat kerusakan dimuka bumi………
Lihatlah!…………..bencana yang melanda dimana-mana……..itu akibat ulah manusia, yang mengakibatkan seluruh jagat alam raya menangis, berharap Allah mengampuni dosa-dosa manusia

Hidrofuel

Dalam soft launching di kompleks Kampus Terpadu UMY tersebut, Rektor UMY Dr. Khoiruddin Bashori dan Bupati Bantul Idham Samawi menjajal kemampuan sepeda motor yang menggunakan produk hidrofuel “Banyugeni”. Bukan hanya sepeda motor, produk hidrofuel ini juga diujicobakan di berbagai media, seperti lampu minyak (teplok), kompor, traktor, dan aeromodelling.

Hidrofuel “Banyugeni” adalah temuan dari lima peneliti UMY, yakni Drs. Purwanto, Ir. Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir. Tony K. Haryadi MT, Ir. Lilik Utari MS, dan Dra. Nike Triwahyuningsih MP. Hidrofuel hasil penelitian UMY yang telah dipatenkan ini terdiri atas beberapa varian produk, yakni hidrokerosene (setara dengan minyak tanah), hidrodiesel (solar), hidropremium (bensin), dan hidroavtur (bahan bakar jet). Sama seperti yang dilakukan pada sepeda motor, percobaan pada tiga varian lainnya juga berhasil dengan sempurna.

Penelitian yang dilatarbelakangi oleh semakin tingginya harga minyak mentah di pasaran dunia ini sudah dilakukan semenjak tahun 2003. Untuk menjadikan air sebagai bahan bakar, diperlukan empat “perlakuan” yang disebut teknologi mekanotermal-elektrokemis. Proses ini melalui empat tahapan, yaitu mekanik (gerak), thermal (panas), listrik, dan kimiawi. Pengertian kimiawi dalam proses ini adalah memberikan “bahan lain” yang dapat menjadikan air bisa menyala. Tidak diberitahukan lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan “bahan lain” itu.

Untuk bisa terbakar, ada beberapa proses kimiawi yang harus dilalui. Secara kajian ilmiah, air (H2O) terdiri atas beberapa molekul yang bisa terbakar. Unsur air bisa dipisahkan secara kimiawi, sehingga menjadi molekul 2H2 + O2. Unsur hidrogen (H2) inilah yang bisa menyala, bahkan bisa meledak. Selain itu, unsur oksigen (O2) juga merupakan molekul yang sangat berpengaruh dalam pembakaran.

Di samping sebagai bahan bakar alternatif, keunggulan lain dari hidrofuel ini adalah juga ramah lingkungan. Pada percobaan yang dilakukan di PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen, produk ini telah memenuhi standar Ditjen Migas, antara lain tidak korosif (tidak menyebabkan karat), tidak meninggalkan residu, serta kandungan sulfur dan timbal yang dihasilkan lebih rendah dari yang diperbolehkan.

Sayangnya, tidak disebutkan secara rinci berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mengubah air menjadi bahan bakar. Akan tetapi, jika diproduksi secara massal, anggaran yang dikeluarkan bisa ditekan sedemikian kecil. Karena, pada prinsipnya, yang digunakan sebagai bahan dasar adalah air, yang jumlahnya tidak terbatas. Bukan seperti fosil. Pemkab Bantul menegaskan siap mengalokasikan anggaran untuk pengembangan penelitian ini. Namun, bukankah seharusnya tidak hanya APBD, tapi APBN juga layak untuk membiayai penelitian ini?

Sumber: Republika (Kamis, 24 mei 2008)

 Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.

Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.

Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.

Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.

Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat.

Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.

Hanya karena Anda menyadari dengan baik -tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang
membuat Anda merasa marah.
Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.

Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.

Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti ia menghinakan.

Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.

Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju
sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.

Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.

Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya,
dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.

Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.

Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.

Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang
kecil.

Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?

Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.

Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.

Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.

Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.

Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.

Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?

Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?

Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.

Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.

Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang-orang kecil.

Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri.
Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.

Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.

Sebuah jiwa membangun kehidupan seseorang. Setelah jadinya, kehidupan orang itu membangun pagar dan batas-batas ruang geraknya, dan yang kemudian membentuk jiwanya. Maka bangunlah kehidupan yang baik.
Keputusan Anda mengenai bentuk kehidupan yang Anda pilih, akan menentukan kualitas jiwa yang dibentuk oleh kehidupan Anda.

Sebabkan-lah kehidupan yang baik pada orang lain.

Sebutir biji padi membawa setitik kumpulan cetak biru dari rancangan bentuk dan rincian dari semua sifat dan kualitasnya; dan de-
ngan kehebatan kekuatan yang sedikit kita mengerti, mempertahankannya dalam diri kecilnya itu, sepanjang rantai abad-abad yang
panjang, untuk dengan penuh kecintaan meneruskannya ke butir-butir padi berikutnya, agar mereka meneruskan kekuatannya itu ke
masa-masa yang panjang ke depan.
Lalu, apakah yang bisa membuat kita tidak jengah berhenti, dihentikan oleh lemahnya pendapat diri sendiri mengenai diri sendiri?
Padahal semua orang bijak dalam sejarah kemanusiaan telah mengundang kita untuk meneruskan kekuatan mereka kepada keturunan dan lingkungan kita?

Mengutip dari JFK, “Saya yakin bahwa setelah debu dari abad-abad yang melalui kota-kota kita; kita pun, akan diingat bukan karena kemenangan atau kekalahan kita dalam peperangan atau dalam politik, tetapi karena kontribusi kita kepada jiwa kemanusiaan.”

Maka, bangunlah kehidupan yang baik dengan menyebabkan kehidupan yang baik pada orang lain.
Dan itu adalah dasar dari semua kekuatan untuk memenangkan kepemimpinan hidup ini.

Seorang sahabat adalah jiwa yang sama dalam dua badan yang berbeda.
Maka pribadi yang menjadi sahabat bagi dirinya sendiri adalah sahabat yang terbaik.

Seorang sahabat tidak memiliki ke pentingan lain dari kita kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita. Bila dia tidak sedang memberikan nasihat-nasihat yang menggelorakan semangat kita untuk mencapai kecemerlangan hidup, dia duduk dengan tenang bersama kita di saat-saat kita terluka dan bersedih hanya untuk menjadi pendengar yang tidak menyanggah, dan yang kehadirannya secara fisik atau semangat menjadikan kita tidak sendiri.

Tetapi, akan selalu ada pribadi yang mengisi kebersamaan dengan dirinya sendiri dengan keluhan-keluhan mengenai kelemahan dan kegagalan dirinya. Dia berbicara dengan nada yang tinggi atau rendah, tetapi yang tak henti-hentinya mengeluhkan dirinya sendiri yang belum berhasil mencapai kelas-kelas yang telah dicapai oleh orang lain. Lalu, dengan kejamnya dia mengatakan bahwa hidupnya akan menjadi lebih baik bila saja dia bisa dilahirkan dan hidup dalam diri yang lebih baik.
Disampaikannya semua keluhan itu pagi-pagi saat dirinya bangun dari tidur malam yang penuh dengan mimpi buruk, dan kemudian sepanjang hari, sampai saat dirinya tergolek lelah dengan mata basah-untuk kembali memasuki alam mimpi yang tetap tidak ramah. Janganlah pernah Anda bersikap tidak bersahabat kepada satu-satunya pribadi yang menjadi tempat menempelnya nama Anda.

Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan.

Bukan kurangnya kasih sayang yang menggagalkan banyak pernikahan, tetapi tidak cukupnya persahabatan. Bagaimana mungkin Anda bisa lama bersama dengan seseorang yang lebih menyukai kebersamaan dengan oranglain, atau yang bersaing dengan Anda, atau yang tidak merasa terkait dengan masalah-masalah Anda, atau yang merasa tidak turut bertanggung-jawab atas lambatnya kemajuan Anda,atau yang bermanis-muka hanya sebelum meminta, atau yang mendahulukan penolakan terhadap usulan-usulan Anda, atau yangmenuduh Anda tidak mau mengerti saat dia tidak mau mengerti batasan-batasan Anda,atau yang membuatAndatidakbisa membedakan antara dusta-nya dan benar-nya, dan yang mengabaikan Anda tetapi yang juga mengatakan bahwa bila ada keberhasilan Anda-itu adalah berkat dukungannya?
Semua itu adalah beban yang menyedihkan dalam kebersamaan resmi yang tidak lagi bernilai. Lalu, mohon Anda sadari bahwa kebersamaan Anda dengan diri Anda sendiri adalah kebersamaan yang paling lama yang akan pernah Anda alami dengan siapa pun, dan merupakan kebersamaan yang tidak bisa Anda tinggalkan. Kebersamaan Anda dengan diri Anda sendiri itu dimulai saat Anda berdua dilahirkan, dan akan berakhir secara duniawi saat diri Anda tidak lagi dapat bertahan sebagai alamat kehidupan Anda didunia.
Maka temukanlah semua definisi baik tentang persahabatan, dan mulai saat ini gunakanlah pengertian-pengertian baik itu dalam sikap dan perilaku Anda-untuk menjadi sahabat yang terbaik bagi diri Andasendiri.

Ketegasan untuk mendisiplinkan diri sendiri adalah pemasti ter-gali-nya emas di bawah tempat Anda berdiri.

Persahabatan Anda dengan diri Anda adalah kebersamaan yang intim untuk mengutamakan perasaan, pikiran, dan tindakan yang memajukan kualitas hidup Anda. Mohon ingatkan sahabat terdekat Anda itu, bahwa semua keberhasilan Anda dimungkinkan karena interaksi yang baik dan yang mendatangkan keuntungan bagi oranglain.
Sehingga sebetulnya, tertundanya keberhasilan Anda berdua-datang dari dua kegagalan. Yang pertama adalah kegagalan untuk diterima dengan baik oleh orang lain, dan yang kedua adalah kegagalan dalam mendatangkan keuntungan bagioranglain. Lalu, berbincang-lah ramah dengan diri Anda sendiri, dan capailah pengertian bersama yang baik mengenai keharusan bagi Anda untuk menjadi pribadi yang diterima, disukai, dan dipercaya oleh orang lain. Bagaimana mungkin Anda berhasil dalam interaksi dengan orang lain, bila Anda tidak berhasil berinteraksi dengan diri Anda sendiri? Mintalah dia untuk bersikap dan berlaku dengan sikap dan tindakan yang telah Anda putuskan sebagai pilihan-pilihan terbaik. Pastikan bahwa dia tidak kembali kepada sikap dan tindakan-tindakan lamanya yang telah dikenalnya dengan baik sekali, yang mudah baginya untuk mengulangi, dan yang telah menjadikan Anda mengeluhkan keadaan di mana Andasekarang berada.

Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda, dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati.

Setiap orang mungkin bisa mendengar semua yang Anda katakan, tetapi sedikit sekali yang betul-betul mendengarkan, dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan. Dan dengannya dia memberikan bahkan yang tidak Anda minta.

Tidak dibutuhkan air yang banyak untuk menenggelamkan kita. Hanya segelas air, asal masuk mengisi pernafasan kita. Bila Anda sedang merasa terjebak dalam sebuah lubang, berhentilah menggali.
Bila Anda sedang merasa tenggelam, jangan bernafas air.
Udara yang kita hirup bisa saja sama, tetapi suasana hati kitalah yang bisa menjadikan kita bernafas dalam-dalam dengan damai, atau yang tersedak-sedak dengan udara yang tidak jelas akan ke luar atau ke dalam.

Kenalilah suasana hati Anda, lebih dahulu; sebelum Anda memutuskan penilaian buruk pada apa pun yang sedang Anda alami.
Karena, hal yang sedang Anda keluhkan itu, bisa saja adalah hal yang sama yang sedang dialami oleh seorang lain yang sedang cemerlang dalam karir dan hidupnya.

Kita hanya sebahagian kesungguhan kita untuk memilih kebahagiaan.
Kita disebut makhluk yang bebas, karena kita memiliki kebebasan untuk memilih.
Dan dari semua pilihan yang bebas kita ambil di dunia ini; yang paling besar dampaknya pada kualitas hidup kita, adalah pilihan sikap.
Bila kita melihat masalah-masalah kita permanen, maka seolah-olah permanenlah penderitaan kita.
Bila kita melihat upaya kita – tidak akan mengeluarkan kita dari masalah, maka lemahlah upaya kita untuk memperbaiki keadaan.
Maka, pilihlah untuk berbahagia; dan perhatikanlah bagaimana pilihan itu mulai mewujud segera setelah Anda memutuskan.

Bagi yang sedang tenggelam, gerakan apa pun selain gerakan tenggelam adalah pilihan yang lebih baik.
Maka percayalah pada undangan dan anjuran baik dari saudara-saudara kita yang baik.
Banyak orang yang sedang tenggelam memilih untuk tidak melakukan apa pun, membeku, dan bertanya-tanya mengapa mereka bernapas air.
Yang lebih menyedihkan, sebagian dari mereka, menolak anjuran-anjuran baik, karena itu semua masih belum tentu.
Dia tidak melihat, bahwa pilihan apa pun selain tenggelam, adalah pilihan yang lebih baik.

Kita akan terus merasa menderita, selama kita melihat diri kita menderita. Kita akan segera keluar dari perasaan mengasihani diri sendiri, bila kita melihat diri kita sebagai seorang yang berhak untuk berhasil, dan yang sedang mengupayakan keberhasilannya.

Kita cenderung untuk berfokus pada rasa sakit, lebih daripada upaya kita untuk meredakan rasa sakit itu.
Anda akan dikagetkan oleh kehebatan dari dampak tindakan dalam menghapus perasaan sedang tenggelam itu.
Kapan pun perasaan akan tenggelam itu datang – segera-lah bangkit.
Lakukanlah sesuatu yang selama ini telah Anda keta-ui harus Anda lakukan, tetapi yang penundaannya menjadikan Anda merasa berhutang, merasa terlambat, dan telah membuat Anda merasa tidak bertanggung-jawab.
Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita, dan kehilangan pandangan pada keuntungan jangka panjang dari upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang penting dan yang prioritas.

Bila cara Anda memudahkan, tidak akan ada masalah yang menyulitkan.
Masalah memiliki kecenderungan untuk tampil lebih besar dari ukuran aslinya, karena perkiraan-perkiraan kita mengenai
penderitaan yang akan dibawanya ke dalam hidup kita.
Itu sebabnya, sangat berhati-hatilah Anda dalam menyikapi masalah.
Dahulukanlah logika Anda. Jangan biarkan emosi Anda bereaksi meledak-ledak atau merayap berlemah-lemah di hadapan sebuah masalah.
Ingatlah, bahwa masalah kecil, diperuntukkan bagi orang-orang kecil. Masalah-masalah besar, diperuntukkan bagi orang-orang besar. Tidak akan ada kesalahan dalam alokasi ukuran masalah itu. Dan kita orang besar, atau yang sedang mengupayakan pembuktian dari kebesaran kita.

Maka, ingatlah. Bukan lautan luas dan dalam yang dibutuhkan untuk menenggelamkan kita. Hanya segelas air, yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk ke pernafasan kita. Mereka yang bisa bergaul ramah dengan lautan, akan selalu menemukan cara untuk bernafas dengan leluasa, di dalam guncangan ombak. Dan Anda, yang menemukan cara untuk bersikap ramah kepada kehidupan, akan selalu menemukan cara untuk menjadi berbahagia.

kalender

November 2017
S S R K J S M
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Pilih JUDUL yang anda cari

Komentar Terbaru

Blog Stats

  • 166,312 hits

Klik pengunjung

  • Tidak ada

menggapai singgasana hati